PELAKSANAAN PERJANJIAN TERAPEUTIK ATAS TINDAKAN INVASIF KEDOKTERAN BERISIKO TINGGI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
MUHAMMAD KHALIL GIBRAN, R.A. Antari Innaka Turingsih
2020 | Skripsi | S1 HUKUMTujuan dari penelitian hukum ini adalah untuk mengetahui tata pelaksanaan dari perjanjian terapeutik dalam tindakan invasif kedokteran yang berisiko tinggi dan untuk mengetahui urgensi peran informed consent sebagai manifestasi persetujuan yang mengikat pasien dan dokter dalam perjanjian terapeutik dalam tindakan invasif kedokteran di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian normatif-empiris yang menggabungkan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara responden dan narasumber disertai penelusuran kepustakaan. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu dengan mengumpulkan dan menyeleksi data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan statutory approach dan conceptual approach sesuai dengan relevansi dan kebenarannya sehingga mendapat jawaban dari permasalahan. Kesimpulan penelitian ini adalah pelaksanaan perjanjian terapeutik dalam tindakan invasif kedokteran berisiko tinggi antara pasien dengan dokter di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta telah dilaksanakan dan memenuhi syarat sahnya perjanjian yang diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Pelaksanaan perjanjian dalam tindakan invasif berisiko tinggi sesuai dengan standar prosedur operasional dari RSUP Dr. Sardjito yang berlandaskan asas-asas hukum perjanjian. Manifestasi persetujuan yang ada dalam informed consent menjadi bagian integral terjadinya perjanjian terapeutik tindakan invasif kedokteran berisiko tinggi yang mana hal ini akan menjamin kepastian hukum serta perlindungan hukum bagi kedua belah pihak apabila terjadi sengketa yang tidak diinginkan dikemudian hari.
The objective of this legal research to perceive the implementation of the implementation of therapeutic agreement of high risk invasive medical procedure at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta and to understand the urgency role of informed consent as manifestation the agreement that bind patients and doctors in therapeutic agreement of invasive medical procedure. Normative-empirical study is the type of this legal research which is combines literature based research and field based research. This legal research collect the data by conducting interview with relevant respondents and informants. This research uses qualitative analysis by collecting and selecting data and then analyze with statutory approach and conceptual approach based on relevance and fact so it will get the answers to the problems. The conclusion of this legal research is the implementation of therapeutic agreement of high risk invasive medical procedure between patients and doctors at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta has fulfilled the legal requirements of the agreement stipulated in Article 1320 of Civil Code. The procedure based on the normative regulations and accordance with Standard Operating Procedures at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Manifestation of agreement in informed consent is an integral and key part to apply the therapeutic agreement of high risk invasive medical procedure and it will secure both side and create legal certainty to minimaze dispute problem in the future.
Kata Kunci : Therapeutic Agreement, Invasive Action, Informed Consent