Laporkan Masalah

Rancang Bangun Sistem Akuisisi Data Kecepatan Udara dalam Ruangan Studi Kasus Building Management System di SMK Negeri 3 Yogyakarta

ABIRAFDI GUNAWAN, Faridah, S.T., M.Sc.; Ir. Rony Wijaya, S.T., M.Eng.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKA

Indoor Environmental Quality (IEQ) merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi kegiatan manusia di dalam bangunan. Indoor Environmental Quality terdiri dari empat parameter, yaitu kenyamanan termal, kualitas udara di dalam ruang, kenyamanan visual, dan kenyamanan akustik. Kenyamanan termal dan kualitas udara di dalam ruangan dapat dipengaruhi oleh kecepatan udara. SMKN 3 Yogyakarta belum terdapat sistem akuisisi data untuk memantau parameter kecepatan udara di dalam ruangan pada Building Management System (BMS). Sistem akuisisi data kecepatan udara dalam ruangan dibutuhkan untuk meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas udara di dalam ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil rancang bangun sistem akuisisi data kecepatan udara dalam ruangan untuk Building Management System. Sistem dibangun pada ruangan R15, R33, dan R40 SMKN 3 Yogyakarta menggunakan sensor hot wire anemometer AM-4204 sebagai sensor kecepatan udara dan Raspberry Pi 3 model B sebagai mikrokomputer. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil rancang bangun sistem akuisisi data kecepatan udara dalam ruangan dengan galat relatif rata-rata pengukuran 5,34% (R15), 5,51% (R33), 5,45% (R40) pada rentang pengukuran 0,1 m/s hingga 0,8 m/s, waktu akuisisi data 54,23 detik (R15), 53,92 detik (R33), 58,52 detik (R40) dengan latency dan jitter 0 detik, andal, serta memiliki kapasitas penyimpanan sementara yang setara dengan pengukuran selama 192,71 tahun untuk ruangan R15, 193,69 tahun untuk ruangan R33, dan 205,59 tahun untuk ruangan R40.

Indoor Environmental Quality (IEQ) is a condition which affects human activities in buildings. Indoor Environmental Quality consists of four parameters, such as thermal comfort, indoor air quality, visual comfort, and acoustic comfort. Thermal comfort and indoor air quality can be affected by air velocity. SMKN 3 Yogyakarta has not had data acquisition system to monitor indoor air velocity in the Building Management System (BMS). Indoor air velocity data acquisition system is required to improve thermal comfort and indoor air quality. The purpose of this research is to obtain the result of the design and build of the indoor air velocity data acquisition system. The system was built in rooms R15, R33, and R40 in SMKN 3 Yogyakarta using hot wire anemometer AM-4204 as indoor air velocity sensor and Raspberry 3 model B as microcomputer. According to this research, the result of the design and build of the indoor air velocity data acquisition system with the average relative error of measurement were 5.34% (R15), 5.51% (R33), 5.45% (R40), data acquisition time 54,23 seconds (R15), 53.92 seconds (R33), 58.52 seconds (R40) with latency and jitter 0 second, reliable, and had temporary storage capacity equivalent to the measurement of 192.71 years for room R15, 193.69 years for room R33, and 205.59 years for room R40.

Kata Kunci : Indoor Environmental Quality, kecepatan udara dalam ruangan, Building Management System, sistem akuisisi data

  1. S1-2020-399926-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399926-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399926-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399926-title.pdf