Pengaruh Pendidikan Kesehatan Gigi Dengan Pendekatan Program Pembelajaran Individual Terhadap Bina Diri dan Status Kebersihan Gigi Pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan
HENNY FEBRIANI, Dr. drg. Sri Widiati, M.PH; Dr. drg. Indah Titien . S., SU, Sp KGA (K)
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN GIGIAnak disabilitas intelektual memiliki tingkat kebersihan gigi dan mulut yang lebih rendah dibandingkan dengan anak normal. Dalam mencapai kesehatan rongga mulut, terdapat kendala besar dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu pendekatan program pembelajaran adalah secara individual yang menyesuaikan pada kemampuan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan gigi dengan pendekatan program pembelajaran individual terhadap bina diri dan status kebersihan gigi pada anak disabilitas intelektual. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental yang memfokuskan pada control group design. Observasi dilakukan 4 kali secara berulang pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan di 4 Sekolah luar biasa wilayah Kota Banda Aceh. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang berusia 8-12 tahun yang diambil berdasarkan purposive sampling. Data bina diri dilihat melalui keterampilan menyikat gigi berdasarkan observasi dengan menggunakan tabel check list dan status kebersihan gigi dan mulut melalui pemeriksaan indeks plak melalui pemeriksaan PHP-M (Personal Hygiene Performance-Modified) dari Martens dan Meskin (1972). Berdasarkan hasil analisis Repeated Measure Anava menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari waktu ke waktu yang dilakukan 4 kali pemeriksaan pada keterampilan menyikat gigi dan status kebersihan gigi pada kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini pendidikan kesehatan gigi dengan pendekatan program pembelajaran individual yang dilakukan 4 kali meningkatkan keterampilan menyikat gigi dan status kebersihan gigi pada anak disabilitas intelektual ringan.
Intellectual disabilities children have poor oral hygiene status compared to children in general, there are major obstacles in the learning process in the classroom. One approach is an individual education program that adjusts the abilities and needs of children. The purpose of this study was to examine the effect of dental health education with the Individual Education Program approach to tooth brushing skills and the status of oral hygiene in children with intellectual disabilities. This study was a Quasi Experimental Design which focuses on two experiments carried out more than twice repeatedly in the intervention group and the control group. This research was conducted at 4 Special Education school in the Banda Aceh city area. Subjects in this study were 50 children aged 8-12 years who were taken based on purposive sampling. Tooth brushing skills data were taken based on observations using checklist tables and oral hygiene status data with plaque index checks through a PHP-M (Personal Hygiene Performance-Modified) from Martens and Meskin (1972). Repeated Measure Anava test showed that there were significant differences in the time of the tooth brushing skills and oral hygiene status in the treatment group of 4 examinations with a p value 0,001 (p< 0,05). The conclusion of this research is that dental health education with an individual learning program approach that is carried out 4 times improves tooth brushing skills and dental hygiene status in children with mild intellectual disabilities.
Kata Kunci : Disabilitas Intelektual, Program Pembelajaran Individual, Keterampilan menyikat gigi, Status kebersihan gigi