Laporkan Masalah

PEMBUATAN PETA INDIKASI PERUBAHAN LAHAN TAHUN 2015-2020 DI KECAMATAN NGAGLIK

INTAN NURIA MAHARANI, Ir. Subaryono

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Kabupaten Sleman adalah Kabupaten dengan kepadatan penduduk cukup tinggi. Kepadatan penduduk diimbangi dengan kebutuhan penggunaan lahan sebagai tempat tinggal. Banyak tempat tinggal atau pemukiman yang terbangun di atas lahan yang digunakan sebagai area pertanian. Kegiatan aplikatif ini bertujuan menganalisa perubahan yang terjadi pada penggunaan lahan pertanian yang berubah fungsi. Periode 2015-2020 dipilih karena belum ada kegiatan yang dilakukan terhadap data penggunaan lahan tahun 2015 khususnya dalam perubahan penggunaan lahan pertanian sedangkan tahun 2020 dipilih agar sesuai dengan kondisi existing yang ada pada saat kegiatan aplikatif ini berlangsung. Kecamatan Ngaglik dipilih karena daerah tersebut merupakan kawasan strategis ekonomi dan terus mengalami pertumbuhan. Kegiatan ini dibuat dengan menggunakan data spasial penggunaan lahan Kabupaten Sleman tahun 2015, CSRT penggunaan lahan tahun 2017 yang digunakan untuk digitasi dan identifikasi lapangan. Identifikasi lapangan dan digitasi menghasilkan perubahan penggunaan lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi Pemukiman, Perkebunan, Tegalan, Lahan Kosong. Metode yang digunakan adalah teknik tumpang tindih /overlay erase. Hasil dari proses tumpang tindih tersebut adalah peta perubahan penggunaan lahan pertanian tahun 2015-2020 di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Hasil dari kegiatan ini ada tiga jenis peta, yaitu : Peta indikasi penggunaan lahan Kecamatan Ngaglik tahun 2015, Peta indikasi penggunaan lahan Kecamatan Ngaglik tahun 2020, dan Peta Indikasi Perubahan penggunaan lahan pertanian Kecamatan Ngaglik tahun 2015-2020. Perubahan penggunaan lahan pertanian yang paling tinggi adalah perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi pemukiman. Luas total perubahan pertanian yang dihasilkan adalah 976.346,09 m². Penggunaan Lahan pertanian yang tetap sebesar 18.034.412,56 m². Lahan pertanian yang berubah menjadi tegalan sebesar 42.374,74 m². Perubahan lahan pertanian menjadi perkebunan sebesar 1.103,91m². Lahan pertanian yang berubah menjadi tanah kosong sebesar 8.792,51m². Perubahan yang paling besar adalah perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman yaitu sebesar 926.345,82m².

Sleman Regency is a fairly high population density district. The population density is balanced with the requirement for land use as residential. Many residences or settlements are built on land that used as agricultural areas. The purpose of this aplicative activities is to analyze the changes of agricultural land use that change the function. The periode 2015-2020 choosen because there were no activities carried out on land use data for 2015, especially in changes of agricultural land use in 2020, it was selected according to the conditions that existed at the same time of this activity took place. Ngaglik subdistrict was choosen because appertain a strategic economic area and continuesly growth subdistrict. This activity was created using spatial data of Sleman Regency land use in 2015, High-resolution Satellite Imagery Land use in 2017 that used for digitation and field identification. Field identification and digitation resulted the changes of agricultural land use turn the funcion such as settlements, plantations, fragments, vacant lands. The method that used in this aplicative activities is overlay erase technique. The result of overlapping process is the map of land use changes in 2015-2020 in Ngaglik subdistrict, Sleman Regency, Special Region Yogyakarta. The results of this activity are three types of maps, namely: Land use map of Ngaglik sub-district in 2015, land use map of Ngaglik subdistrict in 2020, and map of agricultural land use change in periode 2015 to 2020. The most dominant agricultural land use change is agricultural lands become residensial land use. Total area of agricultural land use change is 976.346,09 m². The area of agricultural land use that had not change is 18.034.412,56m². The area of agricultural land use turned into a moor is 42.374,74 m². The area of agricultural land use change to plantations is 1.103,91m². The agricultural land use that tumed into a vacant land is 8.792,51m². The most substantial change is the change of agricultural land use to a residential is 926.345,82m².

Kata Kunci : Lahan Pertanian, Penggunaan Lahan, Perubahan Lahan Pertanian, Kecamatan Ngaglik

  1. S1-2020-353682-abstract.pdf  
  2. S1-2020-353682-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-353682-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-353682-title.pdf