Gambaran Pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar pada Mahasiswa Tahap Profesi di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
SHAFA NABILLA P, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep; Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep
2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Kejadian henti jantung dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Angka kematian akibat henti jantung di Indonesia cukup tinggi, mencapai >300.000 kejadian per tahun. Pertolongan pertama yang diberikan pada kejadian henti jantung yaitu bantuan hidup dasar (BHD). Keterampilan BHD merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa kedokteran dan keperawatan. Mahasiswa program studi ilmu keperawatan dan kedokteran FK-KMK UGM telah mendapatkan pembelajaran mengenai BHD melalui perkuliahan pada tahap akademik. Pada tahap profesi, mahasiswa mengimplementasikan hasil pembelajaran secara langsung kepada pasien. Mahasiswa profesi merupakan bagian penting dari penanganan korban henti jantung, oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti gambaran pengetahuan mahasiswa profesi mengenai BHD di FK-KMK UGM. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran pengetahuan mengenai BHD pada mahasiswa tahap profesi di FK-KMK UGM. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus hingga September 2020 secara online pada mahasiswa tahap profesi di FK-KMK UGM dengan sampel 151 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan mengenai BHD yang dibuat oleh Baldi et al (2019) dan telah dilakukan translasi serta uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Tingkat pengetahuan mahasiswa profesi mengenai BHD dalam kategori baik sebanyak 33 responden (21,9%), kategori cukup 92 responden (60,9%) dan kategori kurang baik 26 responden (17,2%). Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa tahap profesi di FK-KMK UGM memiliki pengetahuan mengenai bantuan hidup dasar dalam kategori cukup. Rata-rata skor pengetahuan BHD pada mahasiswa profesi FK-KMK UGM adalah 6,52.
Background: Cardiac arrest can occur anywhere and anytime. Each year in Indonesia, more than 300.000 cardiac arrests occur, which this number is quite high. First aid provided in cardiac arrest events is basic life support (BLS). BLS skills are one of the important competencies that medical and nursing students must achieved. Nursing and medical student of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing UGM have learned about BLS through lectures at the academic stage. At the clinical rotation stage, students carry out their learning outcomes directly to patients. Clinical rotation-phase students are an important part of the treatment of cardiac arrests, therefore, it is interested to know the factual knowledge of clinical rotation-phase students on BLS in FK-KMK UGM. Objective: to describe clinical rotation-phase students knowledge about BLS. Method: This research is a descriptive study with quantitative approaches and cross-sectional design. Data were collected during August-September 2020 at FK-KMK UGM. An online survey was given to 151 students as sample. Students knowledge was measured using modified questionnaire from Baldi et al (2019) which have been translated and tested for its validity and reliability. Data were analyzed using univariate analysis. Result: research shows that 21,9% respondents have good categories in the level of knowledge about BLS, 60,9% have fair categories, and 17,2% have poor knowledge. Conclusion: Most of clinical rotation-phase students knowledge about BLS is in a fair category. The average score of BLS knowledge among clinical rotation phase student is 6,52.
Kata Kunci : Bantuan hidup dasar, mahasiswa, pengetahuan/ Basic life support, knowledge, student.