Hubungan antara Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kebersihan Mulut dengan Karies Gigi pada Siswa Usia 11-13 Tahun
KENDRA IVANA, Dr. drg. Sri Widiati, MPH. ; Dr. drg. Bambang Priyono, SU.
2020 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGIKaries gigi merupakan kerusakan pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh banyak faktor yaitu host, bakteri, diet, dan waktu. Faktor diet dipengaruhi oleh frekuensi makanan kariogenik yang apabila mengkonsumsi makanan kariogenik lebih dari empat kali sehari dapat meningkatkan risiko terjadinya karies. Kebersihan mulut juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi makanan kariogenik dan kebersihan mulut dengan karies gigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah subjek penelitian sebanyak 53 siswa Sekolah Menengah Pertama yang berusia 11-13 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk frekuensi makanan kariogenik, pemeriksaan kebersihan mulut dengan Oral Hygiene Index-Simplified, dan pemeriksaan karies gigi dengan Decay Missing Filled Teeth Index. Teknik analisis data menggunakan uji statistik regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi makanan kariogenik dan karies gigi (p = 0,063) serta terdapat hubungan antara kebersihan mulut dengan karies gigi (p < 0,001). Terdapat hubungan antara frekuensi makanan kariogenik dengan status kebersihan mulut (p < 0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik status kebersihan mulut semakin rendah angka karies gigi. Frekuensi konsumsi makanan kariogenik tidak berhubungan dengan karies gigi. Semakin rendah frekuensi konsumsi makanan kariogenik semakin baik status kebersihan mulut.
Dental caries is the destruction of dental hard tissue which is caused by many factors, there are host, bacteria, diet, and time. Dietary factors are influenced by the frequency of cariogenic foods consumption, which if consuming cariogenic foods more than four times a day can increase the risk of caries. Oral hygiene is also a factor that can affect the occurrence of dental caries. The purpose of this study is to determine the relationship between the frequency of consumption of cariogenic foods and oral hygiene with dental caries. This study is a observational study with a cross-sectional design. The number of subjects was 53 Junior High School students, age 11-13 years old. Data of cariogenic food frequency collected using questionnaire, oral hygiene was examined using Oral Hygiene Index-Simplified, and dental caries was examined using Decay Missing Filled Teeth Index. The data analysis technique using regretion and correlation test. The results showed that there was no relationship between the frequency of cariogenic food consumption and dental caries (p = 0.063) and there was a relationship between oral hygiene and dental caries (p < 0.001). There was a relationship between the frequency of cariogenic foods and oral hygiene status (p < 0.001). The conclusion of this study is that the better the oral hygiene status, the lower the number of dental caries. The frequency of consumption of cariogenic foods is not associated with dental caries. The lower the frequency of consumption of cariogenic foods, the better the oral hygiene status.
Kata Kunci : frekuensi makanan kariogenik, kebersihan mulut, karies gigi / frequency of cariogenic foods, oral hygiene, dental caries