PEMETAAN KERENTANAN SOSIAL EKONOMI PADA DAERAH RAWAN BENCANA KEKERINGAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN JEPON KABUPATEN BLORA
RATNA AFRIYANTI, Dr. Sudrajat, M.P.
2020 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIKabupaten Blora mempunyai latar belakang bencana kekeringan yang melanda hampir setiap tahunnya. Salah satu kecamatan dengan luasan area terdampak paling besar adalah Kecamatan Jepon. Kekeringan akan berdampak besar dibidang sosial maupun ekonomi, terlebih lagi sektor utama yang diunggulkan di Kecamatan Jepon adalah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana data CSRT (Citra Satelit Resolusi Tinggi) dan data kependudukan mampu digunakan dalam penentuan tingkat kerentanan sosial ekonomi, bagaimana proses pemetaan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan bagaimana persebaran tingkat kerentanan sosial ekonominya. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan yaitu CSRT (Citra Satelit Resolusi Tinggi) dan data sekunder yang digunakan berupa data kependudukan Kecamatan Jepon. CSRT digunakan dalam menentukan luasan lahan pertanian untuk tingkat kerentanan ekonomi, sedangkan data kependudukan digunakan dalam penentuan tingkat kerentanan sosial. Penelitian yang dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam pengolahan data untuk mendapatkan informasi tingkat kerentanan sosial ekonomi. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang dengan pembobotan dan klasifikasi sesuai dengan Perka BNPB No 02 Tahun 2012 . Tingkat kerentanan sosial-ekonomi di Kecamatan Jepon dikelaskan menjadi tingkat kerentanan rendah, sedang dan tinggi. Kelas kerentanan sosial-ekonomi tinggi merupakan kelas dengan jumlah desa paling banyak, yaitu sebanyak 16 Desa. Kelas kerentanan sedang sejumlah 5 desa dan kelas kerentanan rendah sejumlah 4 desa. Tingkat kerentanan rendah berada di wilayah bagian selatan Kecamatan Jepon, dengan luasan administrasi desa yang jauh lebih luas dibandingkan dengan luasan administrasi desa lainnya. Tingkat kerentanan sedang didominasi pada wilayah tengah Kecamatan Jepon yang merupakan wilayah semi perkotaan, sedangkan tingkat kerentanan tinggi berada di wilayah tengah dan utara Kecamatan Jepon khususnya pada daerah yang tidak dilalui jalan kolektor.
Blora Regency has a background of drought that happened almost every year. One of the sub-districts with the largest affected area is Jepon Sub-district. Drought will have a major impact on the social and economic sectors. Moreover, the main sector in Jepon Subdistrict is agriculture. This study aims to determine how CSRT (High Resolution Satellite Imagery) data and population data can be used in determining the level of socio-economic vulnerability, how the mapping process using Geographic Information Systems (GIS) and how the distribution of socio-economic vulnerability levels. The data used in this research are primary and secondary data. Primary data used are CSRT (High-Resolution Satellite Imagery) and secondary data used is population data of Jepon Sub-district. CSRT is used in determining the extent of agricultural land for the level of economic vulnerability, while population data is used in determining the level of social vulnerability. Research conducted using Geographic Information Systems (GIS) in data processing to obtain information on the level of socio-economic vulnerability. The method used is a tiered quantitative approach with weighting and classification by Head of BNPB Regulation No 02 of 2012. The level of socioeconomic vulnerability in the Jepon Subdistrict is explained to be a low, medium, and high level of vulnerability. 16 Villages in Jepon Sub-district belong to the high socioeconomic vulnerability class. There are 5 villages in medium vulnerability classes and 4 villages in low vulnerability classes. The low level of vulnerability is located in the southern part of Jepon Sub-district, with an area of village administration that is much broader than that of other village administrations. The middle level of a vulnerability is being dominated in the central area of Jepon Sub-district, which is a semi-urban area, while the high level of vulnerability is in the central and northern areas of Jepon Sub-district, especially in areas that are not passed by the collector road.
Kata Kunci : kerentanan, sosal ekonomi, kekeringan, Sistem Informasi Geografis