Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Madu terhadap Jarak Pergerakan Gigi secara Ortodonti dan Berat Badan pada Tikus Sprague dawley

PUTRI AWWALIA A L, Dr. drg. Sri Suparwitri, SU., Sp.Ort.(K); Dr. drg. Cendrawasih A.F., M.Kes., Sp.Ort.(K)

2020 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGI

Pergerakan gigi secara ortodonti terjadi karena adanya rangsangan mekanik oleh alat ortodonti yang menimbulkan proses remodeling tulang yaitu resorpsi tulang pada sisi tekanan dan aposisi tulang pada sisi tarikan. Efek samping perawatan ortodonti dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam rongga mulut dan seiring berjalannya waktu dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan. Madu memiliki kandungan protein, senyawa fenolik, flavonoid, mineral, dan vitamin yang berpengaruh terhadap proses remodeling tulang dan kandungan fruktosa yang bermanfaat dalam meningkatkan kadar insulin dan leptin sehingga berpengaruh terhadap berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap jarak pergerakan gigi secara ortodonti dan peningkatan berat badan pada tikus Sprague dawley. Penelitian eksperimental laboratoris semu ini menggunakan 18 ekor tikus Sprague dawley jantan, usia 2,5-3 bulan, berat badan 300-400 gram, dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok diberi gaya mekanik ortodonti dengan memasang kawat stainless steel 0,012 mm dengan koil berdiameter 2 mm dan panjang lengan kawat 5 mm pada gigi insisivus rahang atas. Hewan coba diberi madu dengan dosis 0,25 ml/200gram BB selama 10 hari. Pengamatan dilakukan setiap hari menggunakan alat ukur jangka sorong digital untuk mengukur jarak interinsisivus dan timbangan digital untuk mengukur berat badan. Hasil data pengukuran dianalisa menggunakan uji parametrik dan non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada jarak pergerakan gigi secara ortodonti (p>0,05) dan pada berat badan (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah madu tidak berpengaruh terhadap jarak pergerakan gigi secara ortodonti dan tidak meningkatkan berat badan pada tikus Sprague dawley.

Orthodontic tooth movement occurs due to mechanical stimulation from orthodontic appliances that cause the bone remodeling, both bone resorption on the pressure site and bone formation on the tension site. Effects of orthodontic treatment can cause discomfort in the oral cavity and over time can lead to weight loss. Honey contains protein, phenolic compounds, flavonoids, mineral, and vitamin that can influence the bone remodeling process, and fructose that increases insulin and leptin levels so that it affects body weight. This study is aimed to learn the effect of honey on orthodontic tooth movement distance and increase bodyweight of Sprague dawley. This laboratory quasi-experimental research uses 18 male Sprague dawley rats, 2,5-3 months old, 300-400 grams weight, divided into 6 groups. Each group is given orthodontic mechanics by the application of 0.012 mm stainless steel wire with a 2 mm diameter coil and wire length of 5 mm to the maxillary incisivus. The rats are given honey with a 0,25 ml/200gram weight dosage for 10 days. The daily observation uses calipers as the tool to measure inter-incisivus distance and a digital scale to measure body weight. Data were analyzed using both parametric and non-parametric tests. The result of the research shows that there is no significant difference in the distance of orthodontic tooth movement (p>0,05) and there is no considerable difference in body weight (p>0,05). The conclusion of the research is honey doesn�¢ï¿½ï¿½t affect orthodontic tooth movement distance and it doesn�¢ï¿½ï¿½t increase the body weight of the Sprague dawley.

Kata Kunci : madu, jarak pergerakan gigi secara ortodonti, berat badan, Sprague dawley

  1. S1-2020-398043-abstract.pdf  
  2. S1-2020-398043-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-398043-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-398043-title.pdf