Perlindungan Hukum Terhadap Keanekaragaman Hayati dari Ancaman Jenis Asing Invasif Akasia Hijau (Acacia deccurens Willd.) di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
RAKHA GURAND, Dr. Totok Dwi Diantoro, S.H., M.A., LL.M.
2020 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian dalam Penulisan Hukum ini secara objektif memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kerangka peraturan perundang-undangan di Indonesia mengatur mengenai perlindungan keanekaragaman hayati dari ancaman jenis asing invasif (JAI) di kawasan Taman Nasional, serta secara khusus mencoba memahami dan manganalisis bagaimana implementasi perlindungan keanekaragaman hayati dari ancaman JAI Akasia Hijau (Acacia deccurens Willd.) di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Penulisan Hukum ini termasuk dalam penelitian hukum yuridis normatif. Penelitian ini berpedoman pada data sekunder berupa bahan-bahan kepustakaan yang relevan dan diperkuat dengan data primer melalui wawancara. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif dan hasilnya disampaikan secara deskriptif, sehingga data yang diperoleh dari bahan-bahan kepustakaan dan wawancara dapat digambarkan secara jelas dan mampu memberikan pemahaman dan menjawab permasalahan yang diangkat. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, bahwa kerangka peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur mengenai perlindungan keanekaragaman hayati dari ancaman JAI di kawasan Taman Nasional bersifat sektoral-parsial dan belum diatur secara khusus, hal tersebut mengartikan bahwa permasalahan JAI, termasuk di kawasan Taman Nasional, bersifat kosmopolit dan tidak khusus di satu bidang saja. Kedua, implementasi perlindungan hukum terhadap keanekaragaman hayati dari ancaman JAI Acacia deccurens di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) berkaitan langsung dengan fungsi TNGM untuk pengawetan keanekaragaman hayati. Perlindungan terhadap keanekaragaman hayati dari ancaman JAI Acacia deccurens dilakukan oleh BTNGM selaku pemangku kawasan melalui pendekatan pemulihan ekosistem berbasis genetik dengan melaksanakan berbagai kegiatan untuk memulihkan ekosistem di kawasan TNGM.
Research in this Legal Writing objectively aims to see how the regulatory framework in Indonesia regarding the protection of biodiversity from the threat of invasive alien species (IAS) in the National Park area, and specifically understand and analyze how the implementation of biodiversity protection from the threat of IAS Green Acacian (Acacia deccurens Willd.) In the Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) area. This legal writing uses an normative juridical legal research type. This research is guided by secondary data in the form of relevant library materials and strengthened by primary data through interviews. Furthermore, the data were analyzed qualitatively and the results are displayed descriptively, so that the data obtained from literature and interviews can be described clearly and are able to provide understanding and answers to the problems raised. This research produces two conclusions. First, Indonesian regulations framework governing the protection of biodiversity from the threat of IAS in the National Park area are sectoral-partial and have not been specifically regulated, this means that IAS problems, including in the National Park area, are cosmopolitan and not specialized in just one area. Second, the implementation of legal protection for biodiversity from the threat of IAS Acacia deccurens in the TNGM is directly related to the function of TNGM for preserving biodiversity. The protection of biodiversity from the threat of IAS Acacia deccurens is carried out by BTNGM as the area stakeholder through an genetic based ecosystem restoration approach by carrying out various activities to improve the ecosystem in the TNGM area.
Kata Kunci : Jenis Asing Invasif, Acacia deccurens, Taman Nasional Gunung Merapi