Eksistensi Kelembagaan Kelompok Tani Terkait dengan Tekanan Perubahan Guna Lahan Pertanian (Studi Kasus Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman)
Ervina Utami , Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP., Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKecamatan Seyegan merupakan kawasan perdesaan di Kabupaten Sleman yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Mlati dan Godean sehingga menjadikannya memperoleh tekanan perubahan guna lahan pertanian ke non pertanian dan tercatat mengalami alih fungsi lahan pertanian cukup tinggi. Di lain pihak, terdapat beberapa kelembagaan pertanian yang eksis di Kecamatan Seyegan dan salah satunya adalah kelompok tani. Kelompok tani berfungsi sebagai wadah bagi para petani, di mana petani di Kecamatan Seyegan adalah pengguna ruang yang jelas terdampak oleh tekanan perubahan guna lahan pertanian karena merupakan pelaku utama sektor pertanian.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kapasitas kelembagaan kelompok tani dalam pengelolaan lahan pertanian, (2) mengetahui seperti apa peran kelembagaan kelompok tani dan capaiannya dalam menghadapi tekanan perubahan guna lahan pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus tunggal mengenai eksistensi kelembagaan kelompok tani (meliputi kapasitas dan peran kelompok tani) terkait dengan tekanan perubahan guna lahan pertanian di Kecamatan Seyegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani di Kecamatan Seyegan memiliki level kapasitas sedang. Terdapat kelemahan pada beberapa elemen kelembagaan seperti kesesuaian tujuan, fungsi pengelolaan sumber daya modal dan material, keinovatifan dalam pendanaan dan teknologi, kekompakan anggota, dan derajat kerja sama dengan pihak lain. Lebih lanjut, kelompok tani di Kecamatan Seyegan menjalankan peranan edukasi petani dan penguatan kapasitas (teknis, manajerial, dan sosial) petani dengan capaian yang sedang, sementara peran pengorganisasian masih sangat kurang atau belum berjalan sebagaimana mestinya. Kelompok tani di Kecamatan Seyegan tidak memiliki wewenang khusus dalam menghadapi tekanan perubahan guna lahan pertanian Namun keberadaan atau eksistensi kelompok tani mendorong keterlibatan/partisipasi petani di Kecamatan Seyegan sehingga menjadikannya lebih banyak memperoleh manfaat dibandingkan petani individu. Manfaat yang diperoleh memberikan pengaruh positif terhadap keberfungsian petani dalam memanfaatkan lahan pertanian sebagai asset dan kemudian memberikan power pada petani untuk meminimalkan tekanan perubahan guna lahan pertanian di kecamatan Seyegan.
Seyegan Subdistrict is a rural area in Sleman Regency which is directly adjacent to Mlati and Godean Districts, so that it is under pressure from changes in agricultural land use to non-agricultural and is noted to experience quite high conversion of agricultural land functions. On the other hand, several agricultural institutions exist in Seyegan District and one of them is a farmer group. Farmer groups function as a forum for farmers, where farmers in Seyegan District are space users who are affected by the pressure of changes in agricultural land use because they are the main actors in the agricultural sector. This study aims to (1) determine the institutional capacity of farmer groups in managing agricultural land, (2) know the institutional role of farmers and their achievements in facing the pressure of changes in agricultural land use. This study used a qualitative approach with a single case study research method regarding the institutional existence of farmer groups (including the capacity and role of farmer groups) in relation to pressure of changes in agricultural land use in Seyegan District. The results is showed that the farmer groups in Seyegan District had a moderate level of capacity. There are weaknesses in several institutional elements such as the suitability of objectives, the function of managing capital and material resources, innovativeness in funding and technology, the cohesiveness of members, and the degree of cooperation with other parties. Furthermore, farmer groups in Seyegan District play a role in farmer education and capacity building (technical, managerial, and social) of farmers with moderate achievements, while the role of organizing is still lacking or not working properly. The farmer groups in Seyegan Subdistrict do not have special authority in dealing with the pressure of changes in agricultural land use. However, the existence or existence of farmer groups encourages the involvement/participation of farmers in the Seyegan Subdistrict, thus making it more profitable than individual farmers. The benefits are obtained a positive effect on the functioning of farmers in utilizing agricultural land as an asset and then provide power to farmers to minimize the pressure of changes in agricultural land use in the Seyegan sub-district.
Kata Kunci : Pendekatan Kapabilitas, Kapasitas Kelembagaan, Peran Kelembagaan, Kelompok Tani, Lahan Pertanian, Pinggiran Kota, Alih Fungsi Lahan Pertanian