Laporkan Masalah

PENGARUH LAMA PERENDAMAN PADA SUHU RENDAH SEBELUM PENGANGKUTAN TERHADAP SINTASAN GURAMI (Osphronemus goramy Lac.) SELAMA PENGANGKUTAN KERING

ANGGIT ESTU NUGROHO, Dr. Ir. Bambang Triyatmo, M.P.

2020 | Skripsi | S1 AKUAKULTUR

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman suhu rendah terhadap sintasan gurami pada pengangkutan kering secara simulasi sistem tertutup. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan dengan lama perendaman pada air 10 derajat celcius meliputi kontrol (tanpa perendaman), perendaman 3 menit, perendaman 6 menit, perendaman 8 menit. Gurami yang di gunakan berasal dari kolam Tirta Keduang di desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah dengan rerata panjang ± 25 cm dan berat ± 350 gram. Pengangkutan secara simulasi di lakukan dengan pengangkutan kering tertutup menggunakan styrofoam berisi 20 ekor gurami (5 ekor gurami setiap perlakuan) dan setelah dilakukan pengangkutan penelitian dilanjutkan dengan pemeliharaan ikan selama 7 hari dengan pengamatan pH air, O2 terlarut air, dan suhu dengan menggunakan alat DO (Dissolved oxygen) meter, pH meter, dan termometer. Pengamatan tingkah laku ikan dilakukan secara langsung selama 7 hari setelah pengangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman tidak berpengaruh terhadap sintasan gurami selama pengangkutan kering dan selama pemeliharaan 7 hari setelah pengangkutan kering. Sintasan gurami setelah pemeliharaan selama 7 hari menunjukkan hasil 100 %, dengan tingkah laku gurami pada waktu tersebut tenang dan aktif.

This research was conducted to determine the effect of low temperature immersion time on the survival rate of gouramy in a closed system dry transport simulation. The study was conducted using a Rancangan Acak Lengkap (RAL) consisting of 4 treatments with 3 replications. The treatment with 10 degrees celcius of immersion time included control (without immersion), immersion for 3 minutes, immersion for 6 minutes, immersion for 8 minutes. The gouramy used come from the Tirta Keduang pond in Gedong village, Ngadirojo District, Wonogiri Regency, Central Java with an average length of ± 25 cm and a weight of ± 350 grams. Simulated transportation was carried out by closed dry transportation using styrofoam containing 20 gouramy (5 gouramy per treatment) and after transportation the research was continued with fish rearing for 7 days, by observing the water pH, temperature and dissolved O2, using a pH meter, thermometer and DO (dissolved oxygen) meter. Observation of fish behavior was carried out directly for 7 days after transportation. The results showed that the duration of immersion had no effect on the survival rate of gouramy during dry transportation and for 7 days rearing after dry transportation. The survival rate of gouramy after 7 days rearing shows 100 % results, with the gouramy behavior at that moment calm and active

Kata Kunci : gurami, pengangkutan, rendaman, sintasan, sistem tertutup, suhu rendah

  1. S1-2020-348276-abstract.pdf  
  2. S1-2020-348276-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-348276-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-348276-title.pdf