Laporkan Masalah

Hubungan Antara Asupan Gluten dan Kasein dengan Gangguan Gastrointestinal Fungsional pada Anak Autis

LAYLI CAHYANTI, Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gz, RD; Dr. dr. Titis Widowati, Sp.A

2020 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Autisme merupakan gangguan perkembangan kompleks yang disertai dengan adanya morbiditas perilaku dan medis, salah satunya gangguan gastrointestinal fungsional. Secara umum anak autis akan mengalami gangguan pada sistem pencernaan, saraf, dan kekebalan tubuh. Asupan gluten dan kasein diduga dapat memicu terjadinya gangguan gastrointestinal fungsional pada anak autis karena adanya kandungan peptida yang tidak tercerna dengan sempurna. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan gluten dan kasein dengan gangguan gastrointestinal fungsional pada anak autis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan total sampel 33 anak berusia 3-14 tahun yang terdaftar di Pusat Layanan Autis Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan formulir Semi Qualitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk asupan gluten dan kasein, serta ROME IV Diagnostic Questionnaire untuk gangguan gastrointestinal fungsional. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar subjek masih mengonsumsi sumber gluten dan kasein. Dari analisis formulir SQ-FFQ didapatkan asupan gluten paling rendah adalah 1,74 gram per hari dan asupan kasein paling rendah adalah 0 gram per hari. Hasil skoring ROME IV Diagnostic Questionnaire menunjukkan terdapat 13 anak (39,4%) yang memiliki gangguan gastrointestinal fungsional. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan gluten dengan gangguan gastrointestinal fungsional (p= 0,773) serta asupan kasein dengan gangguan gastrointestinal fungsional (p= 0,310). Kesimpulan: Asupan gluten maupun kasein tidak berhubungan dengan kejadian gangguan gastrointestinal fungsional pada anak autis.

Background: Autism is a complex developmental disability that is accompanied by behavioural and medical morbidities, one of which is functional gastrointestinal disorders. In general, children with autism will experience some disorders on digestive, nerves, and immune system. The intake of gluten and casein can trigger functional gastrointestinal disorders in autistic children due to peptides that are not digested properly. Purpose: To determine the correlation between gluten and casein intake with functional gastrointestinal disorders in children with autism. Method: This research is an observational study with cross sectional design. Samples was obtained through purposive sampling method with total samples of 33 children aged 3-14 years old who registered at Pusat Layanan Autis Yogyakarta. This study used Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) to measure gluten and casein intake, and ROME IV Diagnostic Questionnaire for functional gastrointestinal disorders. The data were analysed using Spearman Correlation test. Result: Most of the children still consume gluten and casein-contained food. The SQ-FFQ form analysis showed the minimum intake of gluten is 1,74 gram per day and minimum intake of casein is 0 gram per day. The scoring result of ROME IV Diagnostic Questionnaire showed there are 13 children (39,4%) with functional gastrointestinal disorders. The statistic analysis showed that there were no significant correlation between gluten intake with functional gastrointestinal disorders (p= 0,773) and casein intake with functional gastrointestinal disorders (p= 0,310). Conclusion: Gluten and casein intake are not associated with the incidence of functional gastrointestinal disorders in children with autism.

Kata Kunci : Gluten, kasein, gangguan gastrointestinal fungsional, anak autis

  1. S1-2020-397776-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397776-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397776-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-397776-title.pdf