Laporkan Masalah

Konsep Pembangunan Manusia Indonesia Yang Berketuhanan Yang Maha Esa Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 Menurut Tinjauan Filsafat Pancasila Soekarno

AHMAD RIFAI, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin., Ph.D. of Arts.; Dr. Septiana Dwiputri Maharani

2020 | Disertasi | DOKTOR FILSAFAT

Penelitian yang berjudul "Konsep Pembangunan Manusia Indonesia Yang Berketuhanan Yang Maha Esa dalam RPJMN 2015-2019 menurut Tinjauan Filsafat Pancasila Soekarno" ini memiliki pokok pembahasan pada permasalahan manusia yang belum menjadi fokus sentral dalam pembangunan di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan dasar sekaligus pondasi penting dari pembangunan yaitu dengan membentuk manusia yang memiliki nilai-nilai Pancasila, salah satunya nilai ketuhanan yang Maha Esa. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis konsep pembangunan manusia Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap III tahun 2015-2019 dengan menggunakan tinjauan filsafat Pancasila Soekarno. Analisa konsep pembangunan manusia Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa merupakan penelitian kefilsafatan dengan mengguenakan metode penelitian kualitatif melalui kajian kepustakaan. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis dengan menggunakan alat analisis metodis berupa kesinambungan historis, interpretasi dan heuristik. Adapun sumber primer yang digunakan adalah pemikiran-pemikiran filsafat Pancasila Soekarno yang digunakan untuk membedah konsep pembangunan manusia Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap III tahun 2015-2019. Penelitian ini menyimpulkan bahwa landasan utama RPJMN 2015-2019 mengenai konsep pembangunan manusia Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, dan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dalam pengaplikasiannya diperlukan logika konkret yang memiliki kesesuaian dengan falsafah negara, yaitu Pancasila. Kedua, dalam RPJMN 2015- 2019 ditegaskan bahwa Pembangunan manusia Indonesia menganut konsep pembangunan manusia seutuhnya yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup penduduk baik secara fisik, mental maupun spiritual untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dalam seluruh aspek kehidupannya. Ketiga, konsep pembangunan manusia Indonesia dalam RPJMN 2015-2019 dalam perspektif filsafat Pancasila Soekarno dimaknai sebagai pembangunan yang tidak sekedar menekankan pada aspek kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong belaka, akan tetapi juga pembangunan pada aspek religiusitas atau berketuhanan.

The research entitled "The Concept of Indonesian Development by The One Almighty God in the 2015-2019 RPJMN according to Soekarno's Pancasila Philosophical Review" focused on human problems which have not yet become a central focus of development in Indonesia. For that, the development needs a base as well as important foundation by shaping humans who have Pancasila values, which one of them is the value of the One Almighty God. This research intended to analyze human development concept in Indonesia embedding The One Almighty God value in the 3rd Phase of Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 using the concept of Indonesian human development with Soekarno's Pancasila philosophical review. Analysis of the concept of human development in Indonesia with The One Almighty God is a philosophical research using qualitative research methods through literature review. Meanwhile, this research used philosophical approach by methodical analysis tools in the form of historical continuity, interpretation and heuristics. The primary resource used in this research was Soekarno's Pancasila philosophical review, which are used to dissect the 3rd Phase of Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. This research concludes that the main foundation of the 2015-2019 RPJMN regarding the concept of Indonesian human development is the development of qualified human resources, and the ability of science and technology, which in its application requires a concrete logic that conforms to the country's philosophy, namely Pancasila. Second, in the 2015-2019 RPJMN emphasized that Indonesian human development adheres to the concept of whole human development which focuses on improving the quality of life both physically, mentally and spiritually for the welfare of the Indonesian people in all aspects of their lives. Third, the concept of Indonesian human development in the 2015-2019 RPJMN in the perspective of Soekarno's Pancasila philosophy is interpreted as development that does not only emphasize the aspects of togetherness, kinship, and mutual cooperation, but also development on aspects of religiosity or godliness

Kata Kunci : Pancasila philosophy, Human Development, RPJMN, Soekarno, Filsafat Pancasila, Pembangunan Manusia,

  1. S3-2020-374998-Abstract.pdf  
  2. S3-2020-374998-Bibliography.pdf  
  3. S3-2020-374998-Tableofcontent.pdf  
  4. S3-2020-374998-Title.pdf