Budaya Siri Na Pesse Masyarakat Bugis Di Sulawesi Selatan Dalam Perspektif Aksiologi Dan Relevansinya Terhadap Penguatan Karakter Bangsa
JUHANSAR, Dr. Sri Soeprapto, M.S., ; Prof. Dr. Irwan Abdullah
2020 | Disertasi | DOKTOR FILSAFATPenelitian ini berjudul "Budaya Siri na Pesse Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan dalam Perspektif Aksiologi dan Relevansinya terhadap Penguatan Karakter Bangsa". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perdebatan tentang diskursus kebudayaan yang mengalami distorsi akibat globalisasi, namun di balik distorsi tersebut ternyata masih terdapat budaya yang kuat dan masih dipelihara serta dipraktikkan oleh para pendukungnya yaitu budaya siri na pesse masyarakat Bugis.Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kandungan nilai budaya siri na pesse dan menganalisis nilai-nilai filosofisnya dalam perspektif aksiologi, serta merumuskan secara reflekif relevansi nilai-nilai filosofis budaya tersebut terhadap penguatan karakter bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bidang filsafat menggunakan pendekatan etik dan emik. Data material dan formal dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan ditunjang dengan penelitian empirik. Langkah-langkah yang dilakukan untuk penelitian kepustakaan meliputi identifikasi data, pengumpulan data, kategori data, klasifikasi data, dan analisis data untuk penelitian kepustakaan, sedangkan penelitian empirik menggunakan observasi dan wawancara terhadap tokoh budaya dan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan dalam memperoleh data. Metode analisis data yang digunakan adalah metode hermeneutika dengan unsur-unsur metodisnya meliputi verstehen, interpretasi, historis, heuristika dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, budaya siri na pesse masyarakat Bugis secara ideal memiliki nilai-nilai positif konstruktif, sedangkan secara realitas budaya tersebut mengandung nilai-nilai positif konstruktif dan negatif destruktif. Kedua, nilai-nilai filosofis budaya siri na pesse secara hierarki tersusun ke dalam empat tingkatan yaitu nilai kesucian, nilai spiritual, nilai vital, dan nilai kesenangan. Budaya siri na pesse masyarakat Bugis secara tekstual lebih cenderung berorientasi pada nilai-nilai non-fisik, sedangkan secara kontekstual, budaya tersebut lebih condong pada nilai-nilai fisik. Ketiga, nilai-nilai filosofis budaya siri na pesse relevan dan terintegrasi terhadap penguatan karakter bangsa ditunjukkan dengan peran budaya tersebut sebagai sebuah kearifan lokal yang mampu melahirkan suatu kecerdasan lokal yang sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila, meliputi nilai KeTuhan-an (mappesona ri Dewata Seuwae), nilai kemanusiaan (siri), nilai persatuan (pesse), nilai kerakyatan (tudang sipulung/tudang ade"), dan nilai keadilan (sipakatau na sipakalebbi).
This research is entitled "The Bugis Culture of Siri na Pesse in South Sulawesi in the Perspective of Axiology and Its Relevance to Strengthening National Character". This research is based on the debate of culture which was undergoing distortion caused by globalization. Nevertheless, beyond the cultural distortion, the Bugis culture of siri na pesse is still maintained and practiced among the Bugis people. Therefore, this research aims at discovering the values embodied in the culture of siri na pesse of Bugis people, analyzing its philosophical values in the perspective of axiology, and formulating reflexively the relevance and the integration of the its philosophical values to strengthening the Indonesian nation character. This research is a philosophical qualitative one using ethic and emic approach where data were collected through library research supported by empirical research. The procedures conducted in the library research were data identification, data collection, data categories, data classification, and data analysis, while in empirical research the researcher used observation and interview to cultural observers or traditional leaders of the Bugis in South Sulawesi to collect data. The method used to analyze data was the hermeneutic method with its methodic elements, i.e. verstehen, interpretation, historical, heuristic, and description. The results of this research show that: firstly, the culture of siri na pesse textually contains positive constructive values, meanwhile it brings both positive and negative constructive values contextually. Secondly, the philosophical values of the culture of siri na pesse are ordered hierarchically; the values of holiness, spiritual, vital and the values of pleasure. The culture of siri na pesse textually emphazises nonphisical values while contextually it relates to physical values. Thirdly, siri na pesse philosophical values relevant and integrate to strengthening the national character by showing its roles which are in line with the values of Pancasila, i.e. divine values (mappesona ri Dewata Seuwae), values of humanity (siri), values of unity (pesse), populist values (tudang sipulung/tudang ade"), and values of justice (sipakatau na sipakalebbi).
Kata Kunci : Bugis, siri na pesse, hierarki nilai, karakter bangsa, Pancasila