Laporkan Masalah

Post-traumatic Growth Pada Penyandang HIV

DWI ASTUTI BAROKAH, Ira Paramastri, Dr., MSi., Psikolog

2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Mengidap HIV menimbulkan berbagai permasalahan psikologis bahkan menyebabkan trauma. Penderita HIV dihadapkan dengan penyakit kronis yang belum ditemukan obatnya ditambah stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Memaknai ulang pengalaman tidak menyenangkan dengan pemaknaan yang positif membantu penderita mencapai growth. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan IPA (Interpretative Phenomenology Analisis). IPA mencoba menemukan makna pada pengalaman hidup partisipan. Penelitian ini melibatkan tiga responden yang merupakan seorang penyandang HIV/AIDS. Penelitian ini menghasilkan dinamika post-traumatic growth pada penyandang HIV. Dinamika tersebut diawali dengan mengidap HIV sebagai pengalaman traumatis yang menimbulkan berbagai permasalahan psikologis hingga penderita kemudian memaknai ulang peristiwa tidak menyenangkan menjadi pemaknaan yang lebih positif sehingga mengarahkan penderita mencapai growth. Faktor internal berupa (hardiness, optimisme, resiliensi, sense of coherence) dan faktor eksternal berupa dukungan sosial membantu partisipan dalam mencapai growth.

Having HIV causes a variety of psychological problems and even causes trauma. PEOPLE with HIV are faced with chronic diseases that have not been found cures plus stigma and discrimination from society. Redefining unpleasant experiences with positive meaning helps sufferers achieve growth. This research uses qualitative methods with IPA (Interpretative Phenomenology Analysis). IPA tries to find meaning in participants' life experiences. The study involved three respondents who were people with HIV/AIDS. This research results in post-traumatic growth dynamics in people with HIV. The dynamic begins with having HIV as a traumatic experience that causes various psychological problems until the sufferer then redefines unpleasant events into a more positive meaning that leads the sufferer to achieve growth. Internal factors in the form of (hardiness, optimism, resilience, sense of coherence) and external factors in the form of social support help participants in achieving growth.

Kata Kunci : post-traumatic growth, ODHA, pertumbuhan, pengalaman traumatis

  1. S1-2020-394382-abstract.pdf  
  2. S1-2020-394382-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-394382-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-394382-title.pdf