Laporkan Masalah

PEMODELAN 3D LAPISAN DASAR LAUT DAN IDENTIFIKASI KETEBALAN SEDIMEN BERDASARKAN KOMBINASI DATA PENGUKURAN SUB-BOTTOM PROFILER DAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER (Studi Kasus: Alur Pelayaran Timur Surabaya)

WINDY HAPSARI, Bambang Kun Cahyono, S.T., M.Sc.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Pelabuhan adalah salah satu fasilitas umum yang memiliki peran penting dimana memerlukan adanya jaminan keselamatan pelayaran. Hal ini dapat didukung dengan melakukan pemantauan dan perawatan rutin terhadap area pelabuhan. Pemantauan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai dasar laut serta sedimentasinya. Sedimentasi sangat berpengaruh terhadap keselamatan alur pelayaran dimana apabila sedimentasi berlangsung secara cepat dan terus menerus dapat menyebabkan pendangkalan pada alur. Apabila alur mengalami pendangkalan, akan memperbesar kemungkinan terjadinya kapal karam/kandas. Untuk mencegah hal-hal tersebut, perlu adanya survei pada area pelabuhan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan analisis data batimetri dan sedimentasi untuk menunjang pemantauan dan perawatan rutin pelabuhan khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dimana survei dilakukan menggunakan alat Sub-Bottom Profiler dan Single Beam Echosounder untuk memperoleh informasi mengenai dasar laut serta sedimentasi pada alur pelayaran. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu survei akustik. Metode survei akustik dimanfaatkan untuk akuisisi data pada area Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengkombinasikan data hasil pengukuran Sub-Bottom Profiler dari Innomar SES-2000 dan Single Beam Echosounder. Kemudian data yang telah diakuisisi, dikoreksi dengan data Sound Velocity Profiler (SVP), data pasang surut, dan draft transducer. Akuisisi data SVP dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan survei di Alur Pelayaran Timur Surabaya tanggal 29 November 2015 sementara data pasang surut didapatkan dari laman Badan Informasi Geospasial mengenai informasi pasang surut di daerah Pelabuhan Tanjung Perak selama sebulan dari tanggal 1 sampai 30 November 2015. Data yang telah terkoreksi kemudian dilakukan uji kualitas datanya berdasarkan acuan IHO SP-44 tahun 2008 orde 1a dan uji hipotesis terhadap tabel Z dengan derajat kepercayaan 95%. Selanjutnya data tersebut dimodelkan secara 3 dimensi dan dianalisis ketebalan, kedalaman, dan volume lapisan sedimen dasar lautnya. Hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan ini yaitu pemodelan 3 dimensi (3D), profil kedalaman, ketebalan, dan volume lapisan sedimen dasar laut. Model 3D menunjukkan bahwa Alur Pelayaran Timur Surabaya memiliki empat lapisan dasar laut, yaitu surface/permukaan dan tiga lapisan sedimen di bawahnya. Keempat lapisan ini memiliki kedalamaan yang berkisar dari 3 m hingga 16,8 m. Hasil pengujian kualitas data menunjukkan bahwa akuisisi data dapat dinyatakan valid karena memenuhi standar IHO SP-44 tahun 2008 Orde 1a dengan nilai 0,5009 dan toleransi ±0,509. Uji hipotesis terhadap tabel Z pada derajat kepercayaan 95% juga menunjukkan hasil yang baik dan memperoleh nilai -1,287 dengan toleransi ±1,96. Analisis ketebalan lapisan secara berurutan yaitu 5,84 m, 1,072 m, 0,758 m, dan 6,355 m sementara total volume terhitung sebesar 24.894.422,949 m3.

Port is one of the public facilities that has an important role which requires a guarantee of shipping lane safety. This can be supported by regular monitoring and maintenance of the port area. This monitoring is carried out to obtain information about the seabed and its sedimentation. Sedimentation is very influential on the safety of shipping lanes. If the sedimentation happens quickly and continuously, it will cause siltation on the shipping lane and increase the possibility of ship accident. To prevent this, a survey of the port area is needed. The purpose of this study is analyzed the bathymetry and the sediment data to support regular monitoring and maintenance of the port, especially in Tanjung Perak Surabaya Port, where the survey used Sub-Bottom Profiler and Single Beam Echosounder measurement to obtain information about the seabed and sedimentation in the shipping lines. The method used in this study is an acoustic survey. The acoustic survey method is used for data acquisition in Tanjung Perak Port area, which combines Sub-Bottom Profiler from Innomar SES-2000 and Single Beam Echosounder measurement. The data that has been acquired, corrected by Sound Velocity Profiler (SVP), tidal data, and draft transducer. The acquisition of SVP data was in the same time with the survey in Surabaya's East Shipping Lane on 29 November 2015. The tidal data was obtained from Geospatial Information Agency (BIG) in the Tanjung Perak Port area from 1 until 30 November 2015. The quality of data is then tested based on IHO SP-44 2008 and Z test with 95% confidence level. Furthermore, the data is modeled in 3 dimensions and analyzed the thickness, depth, and volume of the seabed sediment layer. The results of this study are 3-dimensional modeling, depth profile, thickness, and volume of the seabed sediment layer. Where Surabaya's East Shipping Lane has four seabed layers, which are surface and three layers of sediment below. The range of the layers depth are from 3 m to 16,8 m. Furthermore, the data quality test shows that the data acquisition is valid because it passed the tolerance test by IHO S-44 2008 Orde 1b standard which has a value of 0,5009 with a tolerance of ± 0,509. Hypothesis testing on table Z at 95% confidence level also shows good results which the result value of -1,287 with a tolerance of ±1,96. Analysis of the layer thickness sequentially are 5,84 m, 1,072 m, 0,758 m, and 6,355 m while the total volume is calculated to be 24.894.422,949 m3.

Kata Kunci : monitoring pelabuhan, kombinasi data, sub-bottom profiler, single beam echosounder, model tiga dimensi.

  1. S1-2020-400018-abstract.pdf  
  2. S1-2020-400018-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-400018-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-400018-title.pdf