Gagalnya Inovasi Pengelolaan Pendapatan Migas di Bojonegoro: Kajian Terhadap Raperda Dana Abadi dalam Periode 2014-2018 Ditinjau dari Dimensi Institutional Support
RAMDHAN HARDIYANTO, Amalinda Savirani, Dr., S.I.P., M.A.
2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini membahas gagalnya upaya inovasi kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui pembuatan Raperda Dana Abadi di bidang pendidikan. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti sebab inovasi kebijakan dengan membuat raperda dana abadi merupakan yang pertama kali dilakukan di tingkat kabupaten. Terlebih lagi dalam konteks negara Indonesia, upaya ini menjadi sesuatu yang benar-benar baru. Maka dibalik gagalnya upaya inovasi ini tentu menyimpan banyak hal menarik yang dapat dipelajari lebih mendalam. Penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana institusionalisasi konsep dana abadi di Bojonegoro melalui Raperda Dana Abadi selama periode 2014-2018 yang ditinjau dari dimensi institutional support. Namun kemudian sampai pada fase akhirnya yang justru berujung pada kegagalan. Dengan menggunakan metode studi kasus, ditargetkan dapat diperoleh data yang mendalam guna menjawab pertanyaan penelitian terkait gagalnya inovasi ini. Berdasarkan pada analisa dari data-data yang telah dikumpulkan selama proses di lapangan, penelitian ini menemukan bahwa adanya kegagalan inovasi kebijakan yang dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro melalui Raperda Dana Abadi selama rentan waktu 2014-2018. Hal tersebut menunjukkan begitu kuatnya aspek teknokratis yang mengakibatkan Raperda ini gagal menjadi Perda. Kuatnya aspek teknokratis ini juga menjelaskan kegagalan terbentuknya elemen yang dibutuhkan dalam proses institusionalisasi, sekaligus menjadi penjelasan dari kegagalan aspek politik dalam mengawal upaya pembentukan dana abadi di Kabupaten Bojonegoro.
This research discusses the failed policy innovation efforts conducted by the Bojonegoro local government through the creation of draft local law on endowment fund in the field of education. This becomes interesting to research because the policy innovation, which makes a draft local law on endowment fund is the first to be arranged at District level. Moreover, in the context of Indonesia, this effort becomes something completely new. Behind the failure of this innovation effort certainly holds many interesting things that can be learned more deeply. This research investigates the institutionalization of the endowment fund concept in Bojoneoro through draft local law on endowment fund during the period of 2014-2018, using the institutional support point of view. But then it reaches the final phase, which leads to the failure of endowment fund institutionalization in Bojonegoro. Using the case study method, it is expected that in-depth data can be obtained to answer research questions related to the failure of this innovation. Based on analysis of data that has been collected during the process in the field, this research found that there is a failure of policy innovations conducted by the Bojonegoro local government through the draft local law on endowment fund during the period 2014-2018. This indicates a strong technocratic aspect, causing this draft failure to become local law. The strong technocratic aspect also explains the failure of elements formation needed in the institutionalization process, and at the same time, the failure of the political aspect in controlling the efforts of endowment fund establishment in Bojonegoro regency.
Kata Kunci : Dana Abadi Bojonegoro,Institusionalisasi,Teknokratis