Laporkan Masalah

Di Balik Ketidaksengajaan dan Pemenjaraan: Dinamika Penerimaan Diri Narapidana Lakalantas

MONICA MEGA P, Siti Waringah, Dra., M.Si., Psikolog

2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) merupakan peristiwa tidak terduga. Menurut hukum, keterlibatan dalam kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia akan dikenai hukuman penjara. Vonis hukuman dan penahanan menjadi tekanan besar bagi narapidana, terlebih bagi narapidana nonkriminal yang terjerat pidana atas hal-hal di luar kehendak seperti lakalantas. Stigma negatif, hilangnya kemerdekaan, rasa bersalah, hingga trauma membuat narapidana terpuruk dan sulit menerima kenyataan. Studi ini bertujuan untuk menggali penerimaan diri narapidana lakalantas berat melalui pendekatan kualitatif-fenomenologis. Wawancara mendalam dilakukan kepada tiga partisipan yang dipilih secara purposive di dua Rutan di DIY. Hasil menunjukkan bahwa ketiga partisipan telah menerima diri, ditandai dengan pemaknaan bahwa kondisi dipenjara adalah kehendak Tuhan sebagai balasan atas apa yang telah diperbuat. Dinamika dan hambatan yang dialami ketiga partisipan berbeda-beda. Studi ini juga mengungkap faktor yang berkontribusi dalam penerimaan diri narapidana. Faktor internal meliputi keyakinan pribadi, kemampuan adaptasi, dan kemampuan evaluasi diri, sedangkan faktor eksternal berupa dukungan sosial.

Road traffic accident (RTA) is an uncontrollable event. According to the law, one's involvement in RTA causing a victim's death is subjected to prison terms. Sentence and imprisonment given to prisoners turn into heavy psychological distress, especially for noncriminal prisoners who are sentenced by culpa, i.e. RTA offenders. Negative stigma, seizurement of freedom, guilt, and trauma slumped down the prisoners so they were hard to accept reality. This study is aimed to explore the self-acceptance of RTA prisoners causing the victim's death through the qualitative-phenomenological approach. In-depth interview was conducted on three participants selected by purposive sampling in two prisons in DIY. The result shows that participants able to accept themselves, as their given meaning to incarceration as God's decision of their previous behavior. The experience and obstacle perceived by each participant were varied. This study also reveals factors contributing to prisoner's self-acceptance. The internal factors are including self-belief, adaptability, and self-evaluation, while the external factor is social support.

Kata Kunci : kecelakaan lalu lintas, narapidana, penerimaan diri, penjara

  1. S1-2020-394405-abstract.pdf  
  2. S1-2020-394405-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-394405-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-394405-title.pdf