ANALISIS SANKSI PIDANA DAN SANKSI ADMINISTRASI YANG DAPAT DIJATUHKAN TERHADAP NOTARIS SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN TERHADAP ANAK
REZA FAHDINI M, Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum.
2020 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis, penerapan sanksi pidana yang diterapkan terhadap Notaris yang melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, dan menegetahui sanksi administrasi apa yang dapat diterapkan terhadap notaris yang melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak dibawah umur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif, karena penulis bermaksud menganalisis penerapan sanksi pidana dan sanksi administrasi yang diterapkan terhadap Notaris yang melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap anak dibawah umur. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dengan cara studi kepustakaan sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara. Wawancara dilakukan terhadap narasumber dari dosen Hukum Pidana dari Fakultas Hukum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif dan pengelolaan bahan hukum dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam pertimbangan hakim untuk penerapan sanksi pidana kepada notaris bisa dapat lebih berat dari masyarakat biasa dalam kasus tindak pidana pemerkosaan terhadap anak mengingat notaris seharusnya lebih mengerti hukum dan notaris mempunyai tingkat yang lebih tinggi dalam masyarakat karena tergolong sebagai pejabat umum, dalam hal ini bisa termasuk sebagai hal-hal yang memberatkan. Sanksi administrasi yang dapat dijatuhkan kepada Notaris terdakwa kasus pemerkosaan terhadap anak adalah diberhentikan dengan tidak hormat oleh Menteri karena dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih. Notaris yang telah dijatuhi sanksi pemberhentian tetapi masih menjalankan jabatannya, Notaris tersebut dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum.
This study aims to determine and analyze, the application of criminal sanctions applied to notaries who commit the crime of rape against minors, and determine what administrative sanctions can be applied to notaries who commit the crime of rape against minors. This study uses a type of normative legal research, because the author intends to analyze the application of criminal sanctions and administrative sanctions applied to notaries who commit the crime of rape against minors. The data used are primary and secondary. Secondary data is obtained through a literature study, while primary data is obtained through interviews. Interviews were conducted with resource persons from Criminal Law lecturers from the Faculty of Law. The data obtained were analyzed using qualitative analysis methods and the management of legal materials was carried out descriptively. Based on the results of research, it can be concluded that in the judge's consideration for the application of criminal sanctions to notaries, it can be heavier than ordinary people in cases of rape against children, considering that notaries should better understand the law and notaries have a higher level in society because they are classified as officials. In this case can be included as things that are burdensome. The administrative sanction that can be imposed on the notary accused in the case of rape against a child is disrespectfully dismissed by the Minister because he is sentenced to imprisonment based on a court decision that has obtained permanent legal force for committing a crime punishable by imprisonment of five years or more. Notary who has been sentenced to dismissal but is still carrying out his position, the Notary is declared to have committed an illegal act.
Kata Kunci : Sanksi Pidana, Sanksi Administrasi, Tindak Pidana Pemerkosaan Terhadap Anak.