PENGARUH EDUKASI DAN KONSELING DALAM PELAYANAN FARMASI BERBASIS MEDICATION THERAPY MANAGEMENT (MTM) TERHADAP OUTCOME KLINIK DAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA YOGYAKARTA
TIARA DEWI S P, Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm;Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes.
2020 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIKMedication therapy management (MTM), merupakan sebuah model pelayanan yang ditujukan untuk membantu permasalahan kesehatan umum dengan mencegah morbiditas dan mortalitas terkait dengan pengobatan, sehingga terapi yang diterima pasien optimal, outcome klinis mengalami perbaikan dan kualitas hidup pasien dapat meningkat. Hipertensi adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan dengan membutuhkan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis MTM terhadap outcome klinis dan kualitas hidup pada pasien hipertensi di puskesmas kota Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi- experimental dengan one group design, dan pengambilan data secara prospektif pada bulan Maret hingga April 2020 pada 70 pasien. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis MTM yang diberikan berupa asesmen, konseling, dan edukasi dibantu dengan buku dokumentasi pasien dan apoteker. Data outcome klinis pasien berupa hasil tekanan darah sistolik dan diastolik pasien yang diambil dari kartu kontrol pasien. Data kualitas hidup pasien diperoleh menggunakan kuesioner SF-36 (Study Short Form-36). Kedua data dilihat setelah 30 hari dilakukan intervensi. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon test dengan signifikansi yang digunakan P < 0,05. Hasil penelitian pada outcome klinik setelah mendapatkan edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis MTM mengalami perbaikan yaitu dari rata - rata sistolik 159,20 ±8,91 mmHg dan diastolik 103,83 ± 8,08 mmHg, menjadi 144,17 ± 14,49 mmHg untuk sistolik serta 89,70 ± 8,81 mmHg diastolik. Hasil analisistekanan darah diperoleh nilai p < 0,001 (p < 0.05) untuk tekanan darah sistolik dan p = 0,016 (p < 0.05) pada diastolik. Pada hasil pengukuran kualitas hidup setelah setelah mendapatkan edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis MTM, terdapat peningkatan dari 54,44 ± 8,91 menjadi 60,40 ± 6,66 dengan nilai P < 0,001. Sehingga dapat disimpulkan, edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis medication therapy management (MTM) terbukti memiliki pengaruh yang bermakna terhadap meningkatnya outcome klinis dan kualitas hidup pasien hipertensi.
Medication therapy management (MTM), is a service model aimed at helping general health problems by preventing morbidity and mortality associated with treatment, so that therapy received by patients is optimal, clinical outcomes improve and patient quality of life can improve. Hypertension is a non-communicable disease which is a health problem requiring long-term therapy. This study aims to determine the effect of education and counseling in MTM-based pharmaceutical services on clinical outcomes and quality of life in hypertensive patients at puskesmas in Yogyakarta city. The type of research used was quasi-experimental with one group design, and prospective data collection from March to April 2020 on 70 patients. Sampling was done by purposive sampling based on inclusion criteria. Educational and counseling interventions in MTM-based pharmacy services are provided in the form of assessment, counseling, and education assisted by patient and pharmacist documentation books. Patient clinical outcome data were systolic and diastolic blood pressure results taken from patient control cards. Patients' quality of life data were obtained using the SF-36 questionnaire (Study Short Form-36). Both data were seen after 30 days of intervention. Data analysis used paired sample t-test and Wilcoxon test with significance used P <0.05. The results of the study on clinical outcomes after receiving education and counseling in MTM-based pharmaceutical services had improved, namely from an average systolic of 159.20 ± 8.91 mmHg and diastolic 103.83 ± 8.08 mmHg, to 144.17 ± 14.49. mmHg for systolic and 89.70 ± 8.81 mmHg for diastolic. The results of blood pressure analysis obtained p value <0.001 (p <0.05) for systolic blood pressure and p = 0.016 (p <0.05) for diastolic. In the results of measuring the quality of life after receiving education and counseling in MTM-based pharmaceutical services, there was an increase from 54.44 ± 8.91 to 60.40 ± 6.66 with a P value <0.001. So it can be concluded, education and counseling in pharmaceutical services based on medication therapy management (MTM) is proven to have a significant effect on improving clinical outcomes and quality of life of hypertensive patients.
Kata Kunci : Medication therapy management, Outcome klinis, kualitas hidup, hipertensi, SF-36