Bunuh Diri Pekerja: Politik Ketenagakerjaan Jepang di Era Kompetisi Global
RESTY AULIA SHINTA, Dr. Maharani Hapsari, M.A.
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini membahas mengenai politik ketenagakerjaan yang berkembang di Jepang yang berpengaruh pada tingginya angka bunuh diri pekerja. Politik ketenagakerjaan yang berlaku pascaperang ini menyebabkan kemunculan dua fenomena diantara pekerja Jepang, yakni karoshi (meninggal karena kerja berlebihan) dan karo-jisatsu (meninggal karena bunuh diri yang disebabkan oleh kerja berlebihan dan depresi yang berkaitan dengan pekerjaan). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana politik ketenagakerjaan yang berkembang di pasar tenaga kerja internal ini dapat mendorong tingginya perilaku bunuh diri di kalangan pekerja. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis Foucault terkait kepengaturan dan bagaimana teknologi pengaturan ini mempengaruhi kehidupan sehari-hari pekerja dan mendorong mereka untuk bekerja secara berlebihan, serta bagaimana perilaku negara sebagai subjek politik dalam merespon permasalahan ini.
This research discusses the labor politics that is developing in Japan which has an effect on the high rate of worker suicide. The labor politics that occured postwar caused the emergence of two phenomena among Japanese workers, namely karoshi (dying from overwork) and karo-jisatsu (dying of suicide caused by overwork and depression related to work). Therefore, this study aims to see how labor politics that develops in the internal labor market can lead to high levels of suicidal behavior among workers. This study is analyzed using Foucault's analysis of governmentality and how this governmental technology affects workers' daily lives and compelled them to overwork, as well as how the state behaves as a political subject in responding to this problem.
Kata Kunci : Bunuh diri, Karo-jisatsu, Pekerja, Foucault, Kepengaturan