Laporkan Masalah

Peran Kecerdasan Emosi dan Kesepian terhadap Agresivitas Remaja

SANIA MEIDIANA, Dra. Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D.

2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESI

Remaja merupakan pribadi yang rentan terhadap agresivitas karena sedang mengalami fase peralihan yang menuntut banyak penyesuaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosi dan kesepian terhadap agresivitas pada remaja dan perbedaan agresivitas ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Alat ukur yang digunakan yaitu: Skala Kencenderungan Perilaku Agresi (KPA), Skala Kecerdasan Emosi (TEIQue-ASF), dan Skala Kesepian. Subjek penelitian berjumlah 310 remaja berusia antara 12-18 tahun, terdiri dari 229 (73%) perempuan dan 81 (26%) laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berperan sebagai prediktor terhadap agresivitas (Beta= -0,456; p<0,05), tetapi kesepian tidak berperan sebagai prediktor terhadap agresivitas (Beta=0,076; p>0,05). Selain itu ada perbedaan agresivitas ditinjau dari jenis kelamin (t= 2,385 ; p<0.05). Kesimpulan penelitian adalah kecerdasan emosi mampu memprediksi agresivitas, sedangkan kesepian tidak mampu memprediksi agresivitas pada remaja. Remaja laki-laki lebih agresif dibanding remaja perempuan.

Adolescents are individuals who are prone to aggressiveness because they are going through a transitional phase that requires a lot of adjustments. This study aims to determine the role of emotional intelligence and loneliness on aggressiveness in adolescents and differences in aggressiveness in terms of gender. This research is a quantitative research with a survey method. The measuring instruments used are: Aggression Behavior Tendency Scale (KPA), Emotional Intelligence Scale (TEIQue-ASF), and Loneliness Scale. The research subjects were 310 adolescents aged 12-18 years, consisting of 229 (73%) female and 81 (26%) male. The results showed that emotional intelligence played a role as a predictor of aggressiveness (Beta = -0,456; p <0.05), but loneliness did not play a role as a predictor of aggressiveness (Beta = 0,076; p> 0.05). In addition, there were differences in aggressiveness in terms of gender (t = 2,385; p <0,05). The conclusion of this research is that emotional intelligence can predict aggressiveness, while loneliness is not able to predict aggressiveness in adolescents. Boys are more aggressive than girls.

Kata Kunci : remaja, agresi, kecerdasan emosi, kesepian

  1. S2-2020-434125-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434125-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434125-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434125-title.pdf