MANAJEMEN RANTAI PASOK MANISAN CARICA YANG MELEWATI CV. YUASA FOOD BERKAH MAKMUR
DEWANTI RISA UTAMI, Ir. Any Suryantini, MM., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto,M.S.
2020 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisBuah carica sebagai bahan baku utama pembuatan manisan carica merupakan buah endemik yang hanya dapat tumbuh di dataran tinggi Dieng Kabupaten Wonosobo. Hal ini menyebabkan adanya keterbatasan bahan baku carica di lingkungan industri pengolahan manisan carica. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pola aliran rantai pasok manisan carica yang melewati CV. Yuasa Food Berkah Makmur; 2) mengkaji kinerja rantai pasok manisan carica yang melewati CV. Yuasa Food Berkah Makmur mulai dari persediaan bahan baku hingga produk manisan carica sampai ke konsumen; 3) mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari produk manisan carica CV. Yuasa Food Berkah Makmur. Metode analisis yang digunakan adalah model Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk mengukur kinerja rantai pasok dan metode Hayami untuk menghitung besarnya rasio nilai tambah manisan carica. Data primer yang digunakan berdasarkan observasi dan wawancara langsung kepada responden petani pemasok 20 orang, data historis CV. Yuasa Food Berkah Makmur bulan November 2018-Oktober 2019 dan 25 agen/ritel. Hasil penelitian menunjukkan aliran rantai pasok manisan carica yang melewati CV. Yuasa Food Berkah Makmur terdiri dari aliran barang, aliran keuangan dan aliran informasi yang berjalan lancar. Hasil analisis kinerja rantai pasok manisan carica menunjukkan atribut responsiveness dengan metrik OFCT memiliki nilai sebesar 2 hari (48 jam) dan reliability dengan metrik POF memiliki nilai sebesar 98,77% ini telah mencapai kinerja terbaik (superior). Nilai kinerja rantai pasok pada atribut asset management dengan metrik CTCCT memiliki nilai sebesar 23 hari berarti kinerja sudah mencapai posisi baik (advantage), dan pada atribut cost metrik COGS menunjukkan nilai sebesar 62,8% mencapai posisi baik (advantage) serta pada metrik TSCMC menunjukkan nilai sebesar 23% menunjukkan kinerja masih belum mencapai kinerja yang baik (parity). Nilai tambah manisan carica pada kemasan mini 130gr dengan rasio nilai tambah 63,81%, mangkok 240gr memiliki rasio nilai tambah 52,28%, dan pouch 250gr memiliki rasio nilai tambah 62,18% dengan nilai rasio nilai tambah di atas 40% yang tergolong tinggi. Pada kemasan botol kaca ukuran 350gr memiliki rasio nilai tambah sebesar 34,94% dan termasuk ke dalam kategori sedang karena memiliki rasio nilai tambah berada di antara angka 15% hingga 40%.
Carica fruit as the main raw material for making carica sweets is an endemic fruit that can only grow in the Dieng highlands of Wonosobo Regency. This causes limited raw materials for carica in the carica confectionery processing industry. This study aims to: 1) determine the flow pattern of the supply chain of sweets carica through CV. Yuasa Food Berkah Makmur; 2) assessing the performance of the sweet carica supply chain that passes through CV. Yuasa Food Berkah Makmur, starting from the supply of raw materials to confectionary carica products to consumers; 3) knowing the amount of added value generated from the carica confectionary product CV. Yuasa Food Berkah Makmur. The analysis method used is the model Supply Chain Operation Reference (SCOR)to measure supply chain performance and the Hayami method to calculate the value added ratio of carica sweets. Primary data used is based on observations and direct interviews with 20 supplier farmer respondents, historical data from CV. Yuasa Food Berkah Makmur in November 2018-October 2019 and 25 agents/retailers. The results showed that the supply chain of sweets carica that passed through CV. Yuasa Food Berkah Makmur consists of a smooth flow of goods, financial flow and information flow. The results of the supply chain performance analysis of sweets carica show the attributes of responsiveness with OFCT metrics have a value of 2 days (48 hours) and reliability with the POF metric has a value of 98.77% has achieved the best performance (superior). The supply chain performance value in the attribute asset management with the CTCCT metric has a value of 23 days, which means that the performance has reached a good position (advantage), andattribute cost the COGSmetricshows a value of 62.8% achieving a good position (advantage) and the TSCMC metric shows a value of 23% indicates that the performance has not yet reached a good performance (parity). The value added of candied carica in mini packaging 130gr with a value added ratio of 63.81%, 240gr bowl has a value added ratio of 52.28%, and pouch 250gr has a value added ratio of 62.18% with a value added value ratio above 40% which is classified as high. In a 350gr glass bottle packaging has a value added ratio of 34.94% and is included in the medium category because it has a value added ratio between 15% and 40%.
Kata Kunci : manisan carica, kinerja rantai pasok, SCOR, nilai tambah manisan carica, metode Hayami