Laporkan Masalah

ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM MENGHADAPI KEJADIAN BENCANA DITINJAU DARI FLEKSIBILITAS KEUANGAN DAERAH

FATAH ANGGORO YUDO, Suyanto, S.E., M.B.A., Ph.D

2020 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi bencana yang tinggi. Pemerintah Daerah DIY dituntut untuk memiliki kesiapan dalam menghadapi kejadian bencana. Tanggung jawab Pemerintah Daerah DIY dalam penanggulangan bencana sebagaimana dalam Undang Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana salah satunya adalah mengalokasikan dana penanggulangan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang memadai. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Pemerintah Daerah DIY dalam menghadapi bencana dilihat dari segi keuangannya dan ditekankan pada penghitungan fleksibilitas keuangan karena sifat bencana yang tidak terduga. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Indeks Kesehatan Keuangan yang dikonsep oleh Ritonga (2014,82) yaitu dengan menghitung Solvabilitas Jangka Pendek, Solvabilitas Jangka Panjang, Solvabilitas Anggaran, Kemandirian Keuangan, Fleksibilitas Keuangan dan Solvabilitas Layanan. Berdasarkan hasil penghitungan fleksibilitas keuangan APBD Pemerintah Daerah DIY tahun 2011-2019 masih berada di bawah angka 1 (satu) yang berarti bahwa APBD DIY kurang mampu untuk mengatasi kejadian yang tidak terduga seperti bencana sehingga perlu ditingkatkan fleksibilitas keuangannya dengan memenuhi rasio alokasi anggaran kegiatan penanggulangan bencana kurang lebih 1% dari keseluruhan anggaran belanja daerah.

Yogyakarta Special Region is one of the regions in Indonesia which has a high potential for disaster. Daerah Istimewa Yogyakarta Regional Government is demanded to have preparedness in facing disasters. The responsibility of the Regional Government of Daerah Istimewa Yogyakarta in Law Number 24 of 2007 concerning Disaster Management, one of which is to allocate disaster management funds in an adequate Regional Budget. Based on this, this study aims to study the ability of the Regional Government of Daerah Istimewa Yogyakarta in facing financial challenges and encourage calculation due to unexpected financial problems. This research is a quantitative descriptive using the Financial Health Index conceptualized by Ritonga (2014,82), namely by calculating Short-Term Solvency, Long-Term Solvency, Budget Solvency, Financial Independence, Financial Flexibility and Service Solvency. Based on the results of the calculation of the financial flexibility of the Regional Government Regional Budget of Daerah Istimewa Yogyakarta in 2011 - 2019, it is still below 1 (one) which means that the Daerah Istimewa Yogyakarta regional budget is less able to cope with unexpected events such as disasters so that the financial flexibility needs to be increased by meeting the budget allocation ratio of disaster management activities approximately 1% of the total regional budget.

Kata Kunci : Bencana, Keuangan Daerah, Fleksibilitas Keuangan

  1. S2-2020-406968-abstract.pdf  
  2. S2-2020-406968-Bibliography.pdf  
  3. S2-2020-406968-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-406968-Title.pdf