PENERAPAN CUCI TANGAN PESERTA DIDIK DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS GADJAH MADA PROF. SOEDOMO
FITRINA RACHMADANTY, Dr. dr. Andreas Meliala, DPH, MAS; Dr. dr. Ratna K. Kusumaratna, M.Kes
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Dokter gigi merupakan salah satu profesi yang berisiko tertular infeksi pada saat tindakan perawatan pada pasien. Praktik mencuci tangan merupakan salah satu upaya yang sangat efektif untuk mencegah penularan infeksi termasuk dalam praktik kedokteran gigi. Meskipun demikian, berbagai penelitian menunjukkan kepatuhan mencuci tangan petugas kesehatan masih rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan petugas kesehatan dalam pelaksanaan cuci tangan antara lain pengetahuan, persepsi, sikap, beban kerja, dan ketersediaan fasilitas mencuci tangan. Peningkatan kepatuhan mencuci tangan dalam praktik kedokteran gigi sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi yang timbul saat perawatan atau healthcare associated infections (HAIs) Tujuan: Meningkatkan kepatuhan cuci tangan mahasiswa kepaniteraan di RSGM UGM Prof. Soedomo. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah action research. Pada tahap pertama yaitu diagnosing action dilakukan pengambilan data kuantitatif melalui kuesioner pengetahuan dan persepsi mengenai cuci tangan dan pengamatan kepatuhan cuci tangan pada 35 mahasiswa, focus group discussion (FGD) pada empat orang mahasiswa, serta pengamatan fasilitas cuci tangan di Klinik Kepaniteraan. Data yang terkumpul dari tahap pertama ini digunakan untuk menentukan tahap planing action untuk selanjutnya dilakukan tahap taking action peningkatan kepatuhan cuci tangan dan tahap evaluation. Hasil dan kesimpulan: Kepatuhan mencuci tangan mahasiswa meningkat dari 14,29% menjadi 74,29% setelah dilakukan sosialisasi SPO dan pelatihan mencuci tangan serta perbaikan fasilitas cuci tangan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,583 dengan p-value sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi kebijakan dan manajemen meningkatkan kepatuhan cuci tangan mahasiswa kepaniteraan
Background: Dental health professionals have potential infection risks during treatment for the patients. Performing good hand hygiene is very important to prevent the transmission of infections including in dental practice. However, various studies have shown that health workers have low compliance to hand hygiene. Some factors influence the compliance of health workers in hand hygiene practice are knowledge, perceptions, attitudes, workload, and the availability of hand hygiene facilities. Improving the compliance of hand hygiene in dental practice is very important to prevent infections during dental treatment or healthcare associated infections (HAIs). Objective: The aim of the study is to improve the compliance of the dental clerkship students’ hand hygiene practice at UGM Prof. Soedomo Dental Hospital. Method: The research design was action research. Quantitative data was collected during the diagnosing action through a questionnaire on knowledge and perceptions of hand hygiene and observation of hand hygiene compliance among 35 students, focus group discussion (FGD) on four students, and evaluating the hand hygiene facilities for students. The data collected in initial stage was used to determine the planning action, taking action, and evaluation stage. Results: The hand hygiene compliance of the students increased by 60% after dissemination of hand hygiene standard procedures, hand hygiene training, and improving hand hygiene facilities. The result of the Wilcoxon Signed Rank Test showed a Z value of -4.583 with a p-value of 0.000 (p<0.05). It can be concluded that the hand hygiene compliance of clerical students in UGM Prof. Soedomo Dental Hospital increase significantly by the policy and management interventions
Kata Kunci : kontrol infeksi, cuci tangan, kepatuhan, mahasiswa kedokteran gigi, infection control, hand hygiene, compliance, dental students