Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN MODEL KESETARAAN YANG BERKEADILAN PADA RANTAI NILAI SISTEM AGROINDUSTRI NILAM

JUANDA, Lilik Sutiarso; Moch. Maksum; Dyah Ismoyowati

2020 | Disertasi | DOKTOR ILMU TEKNIK PERTANIAN

Agroindustri nilam Indonesia merupakan salah satu sektor yang semestinya dikembangkan karena memasok sebagian besar minyak nilam dunia. Salah satu hal yang patut diperhatikan dalam pengembangan agroindustri tersebut adalah ketidaksetaraan manfaat antar pelaku yang terlibat. Ketidaksetaraan diduga telah membuat produsen (petani/ penyuling) sebagai pihak yang sangat menentukan dalam pemenuhan permintaan pasar global, yakni adanya stabilitas pasokan dan jaminan kualitas minyak, tidak mampu memenuhinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model kesetaraan yang berkeadilan bagi setiap pelaku rantai nilai. Model mempertimbangkan faktor-faktor penting seperti sistem bagi hasil minyak yang adil antara petani dan penyuling, penggunaan tingkat pengembalian investasi (ROI) sebagai indikator kesetaraan antara semua pelaku, dan memperhitungkan fenomena fluktuasi harga. Model yang diusulkan diterapkan di Kabupaten Gayo Lues, salah satu pusat minyak nilam di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa middlemen besar mendapatkan keuntungan terbesar (ROI dan laba kotor per kg tinggi), sementara penyuling tradisional mendapatkan manfaat paling sedikit (ROI dan rasio bagi hasil minyak rendah). Analisis kestabilan harga menunjukkan bahwa harga bulanan minyak nilam Gayo Lues seharusnya berada di antara Rp 447.973 dan Rp 506.667 untuk dark oil; dan Rp 477.973 dan Rp 536.667 untuk light oil. Output dari model ini merekomendasikan bahwa untuk menghasilkan ROI yang optimal, laba kotor per kg middlemen besar harus dikurangi, sementara laba kotor per kg untuk middlemen menengah harus ditingkatkan. Output dari model juga merekomendasikan bahwa rasio bagi hasil minyak untuk penyuling tradisional dan modern harus ditingkatkan. Rasio bagi hasil minyak yang direkomendasikan antara petani dan penyuling adalah sekitar 3,16 - 3,41: 1. Selanjutnya, memperpendek saluran pemasaran dan modernisasi unit penyulingan juga mampu meningkatkan ROI optimal dari para pelaku rantai nilai.

Indonesian patchouli agroindustry is one of the sectors that should be developed because it supplies most of the global patchouli oil. One thing that should be considered in the agroindustry development is the inequity of benefits among actors involved. The inequity is assumed to have made producers (farmers/ distillers), as very decisive parties in the fulfillment of global market demands, i.e. the stability of supply and quality assurance of oil, unable to fulfill it. The main objective of this research was to develop an equity model to ensure that all local value chain actors, especially farmers, distillers, and middlemen, get an equivalent ratio of benefits over their expenses. The model considered important factors such as a fair oil sharing system between farmers and distillers, the use of return on investment (ROI) as an indicator of equality among all actors, and took into account the phenomenon of price fluctuations. The proposed model was applied in Gayo Lues District, one of the main patchouli oil centers in Indonesia. Research findings show that big middlemen gain the greatest benefits (high ROI and gross profit per kg), while traditional distillers get the least benefits (low ROI and oil-sharing ratio). Price stability analysis shows that monthly price of Gayo Lues patchouli oil should be between IDR 447,973 and IDR 506,667 for dark oil; and IDR 477,973 and IDR 536,667 for light oil. The output of this model recommends that to produce optimal ROI, gross profit per kg of large middlemen must be reduced, while gross profit per kg for medium middlemen must be increased. The output of the model also recommends that the oil-sharing ratio for traditional and modern distillers should be increased. The recommended oil-sharing ratio between farmers and distillers is around 3.16 - 3.41: 1. Furthermore, shortening the marketing channels and modernization of the distillation unit can also increase the optimal ROI of the value chain actors.

Kata Kunci : Gayo Lues, minyak nilam, model kesetaraan, rasio bagi hasil minyak, ROI

  1. S3-2020-373602-abstract.pdf  
  2. S3-2020-373602-bibliography.pdf  
  3. S3-2020-373602-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2020-373602-title.pdf