Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan: Studi Kasus Kota Yogyakarta Melalui Simulasi Pengembangan Model Dinamis
DIDI NURYADIN, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.; Amirullah Setya Hardi, SE., Cand.Oecon., Ph.D.; Dr. Evita Hanie Pangaribowo, S.E., MIDEC.
2020 | Disertasi | DOKTOR KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKANKota Yogyakarta mengalami perkembangan yang semakin pesat dan berdampak pada peningkatan kebutuhan terhadap berbagai fasilitas sosial. Kondisi tersebut dapat menimbulkan permasalahan pada berbagai aspek meliputi aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Aspek-aspek tersebut mempunyai hubungan yang sangat kompleks. Pembangunan Kota Yogyakarta harus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencegah timbulnya berbagai permasalahan pada setiap aspek. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status keberlanjutan pembangunan Kota Yogyakarta selama periode 2013 hingga 2018; membangun model dinamik pembangunan keberlanjutan Kota Yogyakarta yang mampu menggambarkan kompleksitas hubungan antara aspek sosial, ekonomi dan lingkungan; dan merumuskan skenario kebijakan pembangunan daerah untuk mendorong keseimbangan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan terhadap keberlanjutan pembangunan Kota Yogyakarta. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yang didapatkan dari Focus Group Discussion (FGD) dan personal interview menggunakan kuesioner terstruktur, serta data sekunder yang didapatkan dari berbagai publikasi dan instansi terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah Multidimensional Scaling (MDS), System Dynamics, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis MDS menunjukkan bahwa status keberlanjutan pembangunan Kota Yogyakarta berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 69,93. Nilai keberlanjutan pembangunan Kota Yogyakarta pada dimensi sosial, ekonomi, lingkungan dan kelembagaan masing-masing adalah 61,70; 53,49; 48,49; dan 63,77. Hasil pemodelan sistem dinamik pembangunan berkelanjutan Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa populasi penduduk Kota Yogyakarta hingga tahun 2029 akan terus mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah penduduk berdampak terhadap peningkatan derajat kejenuhan lalu lintas, kebutuhan hunian, dan penurunan ketersediaan air. Perkembangan sektor pariwisata turut berkontribusi terhadap kenaikan jumlah kendaraan dan ketersediaan air, namun memberikan dampak positif terhadap penerimaan daerah dan output sektor akomodasi, makanan dan minuman. Prioritas sasaran kebijakan pembangunan berkelanjutan di Kota Yogyakarta adalah meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja (34,07%). Prioritas strategi yang dapat dilakukan adalah mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendukung budaya dan produk lokal (28,96%).
Yogyakarta City has experienced rapid development which impacting the increase need for social facilities. This condition can produce problems in various aspects, such as social, economic and environment. These aspects have a highly complex relationship. The development of Yogyakarta City must apply the principle of sustainable development to prevent problems arising in every aspect. The purpose of this study is to analyze the status of the sustainable development of Yogyakarta City during the period 2013 - 2018; to build a dynamic model for the sustainable development of Yogyakarta City which is able to describe the complexity of the relationship between social, economic and environmental aspects; and to formulate regional development policy scenarios to encourage a balance of social, economic and environmental aspects of the sustainable development of Yogyakarta City. The data used in this study is primary data obtained from Focus Group Discussions (FGD) and personal interviews using structured questionnaires, as well as secondary data from various publications and related agencies. The research method used is Multidimensional Scaling (MDS), System Dynamics, and Analytical Hierarchy Process (AHP). Results of the MDS analysis show that the status of Yogyakarta City's development is in the fairly sustainable category with a score of 69.93. The score of Yogyakarta City's development sustainability in the social, economic, environmental and institutional dimensions is 61.70; 53.49; 48.49; and 63.77. Meanwhile the results of dynamic system modeling of Yogyakarta City's sustainable development show that the population of Yogyakarta City until 2029 will continue to increase. The increase in population has an impact on increasing the degree of traffic saturation, housing needs, and decreasing water availability. The development of tourism sector also contributes to the increase in the number of vehicles and water availability, but has a positive impact on regional revenues and output from the accommodation, food and beverage sectors. The priority targets for sustainable development policies in Yogyakarta City are to increase economic growth and to create more jobs (34.07 per cent). The strategic priority which can be done is to create sustainable tourism which is able to create jobs, and to support local culture and products (28.96 per cent).
Kata Kunci : development strategy, sustainable development, system dynamics, urban planning