Laporkan Masalah

Implementasi Kebijakan Pengembangan Kawasan Agropolitan Bomberay di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat

ABDULLATIEF SUAERI, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A; Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec; Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si.

2019 | Disertasi | DOKTOR KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKAN

Pengembangan Kawasan Agropolitan Bomberay adalah salah satu bentuk strategi pengembangan wilayah, atau stretegi pengembangan wilayah perdesaan yang berbasis pertanian dalam satu manajemen kawasan diharapkan dapat mempercepat tumbuh dan menjadi pusat pertumbuhan. Kawasan perdesaan yang dibangun dalam rangka memacu produktivitas peternakan dan tanaman pangan sebagai komoditas unggulan melalui pengembangan prasarana dan sarana perkotaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan maupun akan berdampak kepada desa-desa di luar kawasan tersebut, serta akan tumbuh dan berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru yang akan berdampak kepada perekonomian regional kabupaten Fakfak. Sebagai kebijakan pembangunan, maka dalam proses implementasi program agropolitan tersebut belum berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) bagaimana implementasi kebijakan pengembangan kawasan agropolitan Bomberay, (2) faktor-fakror yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan pengembangan kawasan agropolitan Bomberay. Penelitian dilakukan dengan pendekatan metoda kualitatif yang belokasi di Kawasan Agropolitan Bomberay Kabupaten Fakfak, dengan menganalisis kinerja pengembangan kawasan agropolitan meliputi pengembangan infrastruktur, pengembangan dan penataan permukiman, pengembangan agribisnis, serta penataan kelembagaan. Selain itu persepsi masyarakat baik yang tinggal dalam kawasan maupun di luar kawasan, serta dukungan kebijakan pemerintah yang juga merupakan bagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan pengembangan kawasan agropolitan Bomberay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur telah memberikan dampak yang sangat penting bagi peningkatan aksesibilitas yang mampu mendorong berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat baik yang tinggal dalam kawasan maupun di luar kawasan. Pengembangan dan penataan permukiman mengalami peningkatan, namun dihadapkan pada masalah alih status kepemilikan tanah dari warga pendatang yang tinggal di dalam kawasan Bomberay telah memunculkan persepsi negatif dari masyarakar asli Papua. Pengembangan sektor agribisnis belum berjalan sebagaimana mestinya disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat, produktivitas rendah, dan kelembagaan usaha tani belum berkembang. Dukungan pemerintah sangat lebih terfukus pada dua tahun pertama pelaksanaan program, sedangkan kebijakan pemerintah kabupaten Fakfak tidak melanjutkan program tersebut secara spesifik.

The development of the Bomberay Agropolitan Area is one form of regional development strategy, or the strategy of developing rural areas based on agriculture in one area management is expected to accelerate growth and become the center of growth. Rural areas built in order to spur livestock and food crop productivity as superior commodities through the development of urban infrastructure and facilities are expected to be able to improve the welfare of the people in the region and will have an impact on villages outside the area, and will grow and develop into new growth centers which will have an impact on the regional economy of Fakfak regency. As a development policy, the process of implementing the agropolitan program has not run optimally. The purpose of this study is to analyze (1) how the implementation of the Bomberay agropolitan area development policy, (2) the factors that influence the implementation of the Bomberay agropolitan area development policy. The study was conducted using a qualitative method approach located in the Bomberay Agropolitan Area of Fakfak Regency, by analyzing the performance of agropolitan area development including infrastructure development, development and structuring of settlements, agribusiness development, and institutional structuring. In addition, community perceptions both within the region and outside the region, as well as government policy support are also part of the factors that influence the implementation of the Bomberay agropolitan area development policy. The results of this study indicate that the development of infrastructure has had a very important impact on increasing accessibility that is able to encourage various economic and social activities of the community both those living within the region and outside the region. Development and structuring of settlements has increased, but faced with the problem of the transfer of land ownership status from immigrants living in the Bomberay area has led to negative perceptions of indigenous Papuan communities. The development of the agribusiness sector has not yet proceeded properly due to the low level of education and public knowledge, low productivity, and underdeveloped farming business institutions. Government support was more focused on the first two years of program implementation, while the Fakfak regency government policy did not continue the program specifically.

Kata Kunci : Policy Implementation of Agropolitan Area Development

  1. S3-2019-357530-abstract.pdf  
  2. S3-2019-357530-bibliography.pdf  
  3. S3-2019-357530-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2019-357530-title.pdf