Laporkan Masalah

BASIS IDE NATION-BUILDING DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI: STUDI KASUS KETERLIBATAN SINGAPURA SEBAGAI OBSERVER DEWAN ARKTIK

DIANDRA AYU LARASATI, Dr. Randy Wirasta Nandyatama

2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Skripsi ini ditujukan untuk mengidentifikasi bagaimana konteks ideasional, khususnya nation building , menjadi konteks yang mendasari bergabungnya Singapura ke dalam Dewan Arktik sebagai observer. Dalam analisis digunakan data-data kualitatif yang diperoleh melalui metode pengambilan data studi pustaka, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis wacana untuk memperoleh interpretasi tertentu mengenai motif internal Singapura dalam keterlibatan di Dewan Arktik sebagai observer. Melalui skripsi ini, ditemukan bahwa konteks nation building dapat menjadi relevan dalam menjelaskan keterlibatan Singapura dalam Dewan Arktik karena internalisasi berulang nilai pragmatisme, yang merupakan hasil dari proses nation building Singapura, dalam rational choice yang dianut oleh pengampu kebijakan Singapura. Internalisasi normatif tersebut kemudian mempengaruhi bagaimana Singapura memandang fungsi rezim internasional untuk menunjang survivability nya sebagai sebuah negara dengan sumber daya terbatas. Pada akhirnya, rational choice berbasis pragmatisme tersebut kemudian mendorong keterlibatan Singapura dalam Dewan Arktik, dan bentuk keterlibatan Singapura dalam rezim internasional tersebut pun mengikuti nilai pragmatisme yang telah terinternalisasi tersebut.

This thesis aims to identify how an ideational context, specifically nation building, becomes a basis for Singapore's Arctic Council (AC) observership. This undergraduate thesis is a qualitative research, in which the resulting interpretation of Singapore's underlying internal motive for its AC observership is obtained through discourse analysis of qualitative data procured from literature review. This thesis finds that nation-building context becomes relevant to explain Singapore's AC observership because of the repeated internalization of pragmatism, a core value formed from Singapore's nation-building process, into the policy makers' rational choice. Then, it influences Singapore's perception towards the existence of international regimes as an instrument to improve its chance of survivability as a nation with limited resources. In the end, that pragmatism-based rational choice prompts Singapore to be involved in the AC, and how Singapore participates in said international regime follows the internalized value of pragmatism.

Kata Kunci : Nation-building , Singapura, Dewan Arktik, Rezim Internasional

  1. S1-2020-399267-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399267-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399267-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399267-title.pdf