Laporkan Masalah

CREATIVE ECONOMY FOR INDIGENOUS TRADITION AND ENVIRONMENT PRESERVATION A Community-Based Ecotourism (CBET) Program in the Ammatoan Indigenous Community of Bulukumba, South Sulawesi

CHUSNUL CHOTIMAH, Dr. Samsul Maarif

2020 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYA

Tesis ini menekankan tentang pengembangan program Ekowisata Berbasis Komunitas (CBET) di komunitas adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Program ini merupakan Kerjasama antara CRCS (Program Studi Agama Lintas Budaya) UGM, Pemerintah Daerah Bulukumba, dan komunitas adat Ammatoa. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi yang menggunakan riset aksi sebagai metode untuk mengoleksi data baik untuk memahami tradisi budaya maupun memahami konteks budayanya. Dengan demikian, menuliskan tesis ini juga sekaligus mengembangkan program CBET. Hasil dari penelitian berisi tentang persepsi masyarakat adat Ammatoa terhadap tradisi mereka, khususnya yang berhubungan dengan program CBET dan proses pengembangannya. Penelitian ini menunjukan 1) CBET merupakan sebuah alternative untuk wisata budaya yang secara konsep dan praktiknya sesuai dengan konteks komunitas adat Ammatoa, 2) CBET bisa diterima dan berkelanjutan meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dalam proses pengembangannya. Secara konsep dan pengembangannya, CBET ditujukan untuk mensejahterakan komunitas adat Ammatoa melalui pengembangan ekonomi kreatif yang bertujuan untuk melestarikan hutan adat dan tradisi mereka. Hanya semacam program wisata yang bisa diterima dan diminati oleh komunitas adat Ammatoa. CBET dengan menejemen yang kuat dan didukung secara politik oleh pemegang kewenangan, diekspektasikan akan berhasil dan berkelanjutan dalam upaya melestarikan lingkungan, tradisi dan pengembangan ekonomi komunitas adat Ammatoa.

This thesis examines the way a Community-Based Ecotourism (CBET) program was developed in the Ammatoan indigenous community of Bulukumba, South Sulawesi. The program was a collaboration between CRCS UGM, the local government of Bulukumba, and the Ammatoans. It is based on ethnographic action research that collected data for both to understand cultural tradition and context and to write about it, as well as to develop and improve CBET program. Research findings which include both the Ammatoan's perception on their tradition, especially those in relation to tourism program and processes of CBET development show that 1) CBET, as an alternative to cultural tourism, was conceptually and practically suitable for the Ammatoan community, 2) CBET is achievable and sustainable, despite of its great challenges. As conceptualized and developed, CBET is to develop the Ammatoans' prosperity through creative economy for the purposes of preserving their adat land/forest and tradition. Only such a tourism program, is it acceptable and desirable to the Ammatoan indigenous community. CBET, with strong management and political supports of all local authorities, is expected to succeed and sustain in preserving the environment, tradition, and developing the economy of the Ammatoan community.

Kata Kunci : Community Based Ecotourism (CBET), Preservation of Adat Forest and Tradtion, and Creative Economy, The Ammatoan Community

  1. S2-2020-435008-Abstract.pdf  
  2. S2-2020-435008-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-435008-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-435008-title.pdf