CASE SERIES: GAMBARAN KEMATIAN MATERNAL DI KABUPATEN KULON PROGO JANUARI 2018 SAMPAI DENGAN DESEMBER 2019
NIRWAN DARMAWAN, Dr. dr. Diah Rumekti Hadiati, M.Sc., Sp.OG(K), Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.OG(K), Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes
2020 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGIINTISARI Latar belakang: Kematian maternal masih merupakan masalah besar di Indonesia. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan peraih penghargaan peringkat pertama untuk Program Kesehatan Ibu dan Anak pada tahun 2012, salah satunya adalah karena memiliki angka kematian ibu dan anak yang paling rendah di Indonesia, namun pada tahun berikutnya jumlah kasus kematian maternal justru mengalami peningkatan. Kulon Progo adalah salah satu Kabupaten yang memiliki AKI lebih rendah diantara kabupaten lain di D.I Yogyakarta. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penyebab kematian maternal di Kabupaten Kulon Progo tahun 2018-2019. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental, dengan rancangan mixed methods sekuensial eksplanatori, yaitu metode campuran dengan melakukan pengumpulan data kuantitatif pada fase pertama, kemudian dilanjutkan pengumpulan data kualitatif untuk menganalisis lebih dalam temuan /hasil penelitian kuantitatif. Hasil dan pembahasan: Pada tahun 2018–2019 terdapat 7 kematian maternal. Mayoritas kematian tersebut terjadi pada ibu yang tidak bekerja (58% ) dan berpendidikan menengah (85%). Kematian terbanyak terjadi pada ibu usia 20-34 tahun (100%) dengan paritas lebih dari 2 (75%), jarak kehamilan >2 tahun (58%), dan terjadi pada ibu yang telah bersalin dengan cara operasi (100%) dengan penolong persalinan dokter (100%), di Rumah Sakit (100%), dan riwayat persalinan sebelumnya merupakan persalinan vaginal spontan tanpa penyulit apapun (80%). Ibu yang mengalami kematian sebagian besar tidak memiliki kondisi anemia. Riwayatv penyakit sebelumnya yang diderita ibu adalah penyakit jantung dan infeksi. Keterlambatan ditemukan pada (85%) kematian terdiri dari keterlambatan tipe I sebanyak 28% dan keterlambatan tipe III sebanyak 57%. Penyebab kematian terbanyak adalah karena preeklampsia (29%) dan 100% kematian merupakan komplikasi dari kehamilan. Dari data kualitatif didapatkan faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan angka kematian ibu antara lain kurangan dukungan terhadap ibu hamil, kesuliltan melakukan rujukan, adanya riwayat penyakit sebelum ibu hamil serta kualitas pelayanan Kesehatan yang belum optimal. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif, mayoritas kematian maternal terjadi pada ibu dengan usia optimal untuk hamil dan kesadaran ibu dan masyarakat terhadap kesehatan sudah baik jika dilihat dari pemeriksaan antenatal yang rutin dan persalinan yang telah dilakukan di tempat pelayanan kesehatan, sehingga tidak ditemukan data yang mendukung peningkatan angka kematian ibu di Kabupaten Kulon Progo. Faktor yang menjadi penyebab kematian maternal di Kulonprogo tahun 2018-2019 yaitu adanya keterlambatan tipe I (keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan oleh keluarga dan deteksi penyakit saat ANC oleh tenaga kesehatan) dan tipe III (keterlambatan rujukan dan penanganan).Berdasarkan hasil kajian kualitatif pada kasus-kasus kematian maternal dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang berkontribusi yang menyebabkan keterlambatan, diantaranya adalah kondisi kesehatan ibu saat dan sebelum hamil, dukungan dari keluarga dan masyarakat yang kurang optimal, serta hambatan pada pelayanan kesehatan. Kondisi kesehatan ibu saat hamil dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu sebelum hamil dan persepsi ibu yang salah mengenai kondisi kesehatan pada kehamilan. Kata kunci: Kematian maternal, determinan dan keterlambatan.
ABSTRACT Background: Maternal mortality is still a big problem in Indonesia. Yogyakarta Special Region Province is the winner of the first place award for the Maternal and Child Health Program in 2012, because it has the lowest maternal and child mortality rates in Indonesia, but in the following year the number of maternal mortality cases has actually increased. Kulon Progo is one of the districts that has lowest MMR among other districts in D.I Yogyakarta. Purpose: To describe the causes of maternal death in Kulon Progo Regency 2018-2019. Research method: This research is a non-experimental research type, with a mixed methods explanatory sequential design, which is a mixed method by collecting quantitative data in the first phase, then continuing to collect qualitative data to further analyze the findings / results of quantitative research. Results and discussion: In 2018–2019 there were 7 maternal deaths. The majority of these deaths occurred in mothers who did not work (58%) and had mid education (85%). Most deaths occurred in mothers aged 20-34 years (100%) with parity of more than 2 (75%), pregnancy interval> 2 years (58%), and occurred in mothers who gave birth by surgery (100%) ,delivery by doctor (100%), in hospital (100%), and previous labor history were spontaneous vaginal deliveries without any complications (80%). Most of the mothers who experienced death did not have anemia. The mother's previous disease history was heart disease and infection. Delays found in (85%) of death consisted of 28% type I delay and 57% type III delay. The most common cause of death was preeclampsia (29%) and 100% of deaths were complications of pregnancy. From the qualitative data, it is found that the factors that cause an increase in maternal mortality include lack of support for pregnant women, difficulty in making referrals, a history of illness before pregnancy and the quality of health services not optimal. Conclusion: Based on the results of quantitative research, the majority of maternal deaths occurred in mothers at the optimal age for pregnancy and awareness of mothers and the community towards health was already good when seen from routine antenatal examinations and deliveries that had been carried out at health care centers, so there was no data to support the increase in numbers. maternal death in Kulon Progo Regency. Factors that cause maternal death in Kulonprogo in 2018-2019 are type I delay (delay in recognizing danger signs of pregnancy by family and disease detection during ANC by health personnel) and type III (delay in referral and treatment). Based on the results of a qualitative study on cases In the case of maternal mortality, it can be concluded that there are several things that contribute to the delay, including the condition of maternal health during and before pregnancy, support from family and society that is less than optimal, and obstacles to health services. The health condition of the mother during pregnancy is influenced by the health condition of the mother before pregnancy and the wrong perception of the mother about the health condition in pregnancy. Key words: Maternal mortality, determinants and delay.
Kata Kunci : Maternal mortality, determinants and delay