Laporkan Masalah

Praktik Keselamatan di Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini Menuju Sekolah Ramah Anak (Studi Kasus: KB-TK Pelangi Indonesia Yogyakarta)

AZIZAH ZEN, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A; Marthinus Sutena, SKM, MM, M.Sc.

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Sekolah merupakan suatu lingkungan proses belajar mengajar yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan/cedera. Salah satu yang sangat rentan terhadap ancaman bahaya adalah anak usia dini. Oleh karena itu keselamatan menjadi hal yang sangat penting. Penataan lingkungan belajar anak di sekolah bertujuan untuk mempersiapkan lingkungan fisik yang aman, nyaman, menarik, dan didesain sesuai dengan standar. Peran dan partisipasi dari berbagai pihak untuk keselamatan di sekolah sangat dibutuhkan. Tujuan: Mengetahui gambaran tentang praktik keselamatan yang diterapkan di lingkungan pendidikan anak usia dini khususnya di KB-TK Pelangi Indonesia Yogyakarta. Metode: Jenis rancangan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan sebanyak 11 orang yang diambil menggunakan metode snowball sampling. Hasil: KB-TK Pelangi Indonesia menyelenggarakan pendidikan inlusif. Dari segi aspek sarana prasarana KB-TK Pelangi Indonesia sudah memenuhi standar minimum keselamatan walaupun halaman sekolah sempit. Peran dan fungsi pihak terkait, yaitu kepala sekolah, guru, staf dan orangtua, terhadap praktik keselamatan sudah cukup baik, dan mereka ikut berpartisipasi dalam praktik keselamatan di sekolah. Dari segi aspek penganggaran, pengadaan, pengawasan dan pemeliharaan, sekolah memiliki anggaran dan pengadaan untuk praktik keselamatan, sekolah dilengkapi dengan kamera keamanan/cctv untuk pengawasan dan melakukan pemeliharaan. Kesimpulan: Sekolah memiliki komitmen untuk menjamin keselamatan anak guna menuju sekolah ramah anak, walaupun sekolah tidak memiliki kebijakan tertulis terkait dengan keselamatan. Inklusivitas KB-TK Pelangi Indonesia sudah terlihat dari sekolah yang multikultural dengan penanaman budaya yang berbeda serta menerima semua anak, seperti anak berkebutuhan khusus (ABK). Perlu peningkatan pendampingan guna mencegah terjadinya cedera pada anak. Penganggaran, pengadaan, pengawasan, dam pemeliharaan keselamatan perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan guna menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Background: School is an educational institution designed to provide teaching and learning environment that has the potential for accidents/injuries including for pupils particularly early childhood children. Therefore, ensuring their safety is crucial. Organizing learning environments aims to prepare safe, comfortable, child-friendly, and standardized learning environments for children. It highly requires the role and participation of some stakeholders. Objective: To identify the overview of safety practices applied in the early childhood education environment, particularly in KB-TK Pelangi Indonesia Yogyakarta. Method: This research was descriptive qualitative with a case study design. It involved 11 informants selected using the snowball sampling method. Results: KB-TK Pelangi Indonesia applied inclusive education. Based on the infrastructure aspect, KB-TK Pelangi Indonesia Yogyakarta has met the minimum standards of safety regardless of its narrow schoolyard. In terms of the human resource aspect, the principal, teachers, staff, and parents have played their roles and participated in school safety practices. In terms of budget, procurement, supervision, and maintenance aspect, the school has allocated budget and procurement of safety practices. Further, the school has been equipped with security cameras/CCTV for monitoring and its maintenance. Conclusion: The school had committed to ensuring child safety to realize the child-friendly school environment, but school does not have a written safety policy. The inclusiveness of KB-TK Pelangi Indonesia can be seen from the multicultural schools with different cultures and accepting all children, including with special needs. The available facilities and infrastructure were quite good but they need to be improved. The role and function of principal, teachers, staff, and parents regarding safety practices were quite good too but it required more assistance to prevent accidents/injuries in children. Budget, procurement, supervision, and maintenance for safety need to be improved and maximized to create a safe and child-friendly environment.

Kata Kunci : keselamatan, keamanan, pendidikan anak usia dini, ramah anak

  1. S2-2020-433444-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433444-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-433444-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433444-title.pdf