NODE-PLACE MODEL DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT DI KOTA WATES
MUHAMMAD YUSUF A, Dr. Dyah Titisari Widyastuti, ST., MUDD.
2020 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURStasiun Wates dan Terminal Wates merupakan 2 simpul transportasi yang berada pada Kecamatan Wates dan bahkan melayani lebih luas pada skala Kabupaten Kulon Progo. Kedua simpul transportasi ini memiliki kedekatan secara lokasi antara satu sama lain sehingga memiliki ketersinggungan area dalam radius kawasan Transit Oriented Development (TOD). Adanya bandara baru Yogyakarta International Airport di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo telah meningkatkan intensitas transportasi yang terjadi di Stasiun Wates bahkan Terminal Wates sebagai simpul pelayanan transportasi umum saat ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengukur indeks Node-Place (N-P) (Bertolini, 1996) pada kedua kawasan TOD tersebut serta mengintegrasikan kedua kawasan tersebut. N-P model merupakan metode yang sering digunakan untuk mengukur kinerja kawasan TOD dari segi intensitas pergerakan transportasi terhadap intensitas guna lahan (aktivitas) kawasan. Integrasi antar titik simpul dikembangkan melalui standar pengembangan kawasan TOD Republik Indonesia (2017). Identifikasi dilakukan berdasarkan kriteria yang ada pada teori TOD serta indikator pengukuran (N-P) model. Indikator diukur menggunakan metode weighted multi criteria analysis sehingga diketahui indeks dari variabel N-P pada kedua kawasan. Nilai indeks N-P yang sama dihasilkan dari penelitian ini yaitu unbalance node. Unbalance node merupakan kondisi ketika tingginya intensitas transportasi tidak diimbangi dengan perkembangan guna lahan yang baik. Kawasan Wates-S memiliki index node 0,70 dan place 0,25 sedangkan Kawasan Wates-T memiliki index node 0,64 dan place 0,16. Dari hasil penilaian indeks N-P kawasan juga dinilai dengan kriteria pengembangan kawasan berbasis transit berdasarkan Permen ATR/BPN yang terangkum dalam aspek 5D (Widyastuti, 2017) kawasan TOD. Kedua simpul transit tersebut disatukan berdasarkan persyaratan pengembangan KBT di mana Stasiun Wates yang memiliki posisi lebih unggul menjadi core kawasan. Hasil dari analisis gap menunjukkan kelima aspek desain TOD masih terdapat kekurangan yang harus diselesaikan karena memiliki keterkaitan dengan posisi indeks node-place.
Wates Train Station (Wates train station) and Wates Bus Station (Wates bus station) are two transportation nodes located in the Wates District moreover provide a wider area in the scale of the Kulon Progo Regency. These two transport nodes are near to each other and intersect within the radius of the TOD area. The presence of the Yogyakarta International Airport in Temon District increases the transportation intensity on Wates train station yet Wates bus station as the nodes of the current public transport service. This study was aimed to measure the Node - Place (N - P) index on both TOD areas and Integrate the TOD Areas. The Bertolini (1996) N - P model is a commonly used method on the measurement of TOD performance in terms of the transportation intensity towards land use (activity) intensity. The identifications were based on the TOD theory and the N - P indicators. The integration between two transportation nodes were based on Republik of Indonesia’s regulation on transit-based area development. Measurements were conducted through a weighted multi - criteria analysis. The analysis resulted in the same type of node - place index on both TOD areas, the “unbalanced nodeâ€. An unbalanced node indicates poor land use development regards a high transportation capability. Wates train station area has the index of node 0,70 and place 0,25 while the Wates bus station has the index of node 0,64 and place 0,16. The next step was measuring the integration gap of both transportation node. The ministerial regulation of ATR/BPN No. 16 (2017) were collaborated with 5D TOD theory to measure the ideal gap on the researched area. Both transportation nodes were united in one developing area which Wates Train Station authorized as the core. The gap analysis resulted almost all the 5D indicators were bellow standard which must be solved for upgrading the N-P index position.
Kata Kunci : Node, Place, TOD, Integrasi, Wates