Efektifitas Jangkauan Layanan Puskesmas Melalui Integrasi Penginderaan Jauh dan SIG (Studi Kasus Kota Yogyakarta)
RESTIYABRIANI, Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc.
2020 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTingginya jumlah penduduk di Kota Yogyakarta memicu bertambahnya kebutuhan lahan untuk dijadikan sebagai permukiman. Permukiman yang semakin padat akan memicu masalah kesehatan sehingga diperlukan sarana pelayanan kesehatan yang memadahi, pada penelitian ini adalah Puskesmas. Untuk terpenuhinya kebutuhan kesehatan diperlukan kajian mengenai efektivitas jangkauan layanan puskesmas. Melalui penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis dapat mengetahui tingkat efektifitas jangkauan layanan Puskesmas. Melalui citra Worldview-2 dapat digunakan untuk mengekstrak parameter fisik dari efektivitas jangkauan layanan Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui kemampuan citra Worldview-2 dalam mengekstraksi parameter efektifitas jangkauan layanan Puskesmas serta (2) menganalisis dan merepresentasikan efektifitas jangkauan pelayanan Puskesmas dengan SIG. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis network, overlay, dan matching. Parameter yang digunakan untuk menentukan efektifitas jangkauan layanan Puskesmas adalah batas administrasi, jaringan jalan, jumlah penduduk, lokasi Puskesmas, dan sebaran permukiman melalui interpretasi visual pada citra Worldview-2. Overlay digunakan untuk mengetehui potensi peserta layanan kesehatan. Sedangkan jangkauan pelayanan diketahui melalui analisis network (services area) antara Puskesmas dengan jaringan jalan. Hasil analisis network tersebut kemudian dimatching dengan potensi peserta layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan Citra Worldview-2 dapat digunakan untuk mengekstraksi parameter sebaran permukiman. Uji ketelitian terhadap parameter tersebut adalah 92,68%. Efektifitas tertinggi terdapat di Kelurahan Tegal Panggung dengan luas 0,12 km2, jangkauan layanan Puskesmas kelas dekat dengan luas area 19,17 km2, sedang dengan luas area 10,65 km2, dan jauh dengan luas area 3,7 km2.
The high number of residents in the city of Yogyakarta triggers an increased need for land to be used as settlements. Increasingly dense settlements will trigger health problems so that adequate health service facilities are needed, in this study the Puskesmas. For the fulfillment of health needs, a study on the effectiveness of puskesmas services is needed. Through remote sensing and Geographic Information Systems can find out the effectiveness level of Puskesmas service coverage. Through Worldview-2 imagery, it can be used to extract physical parameters from the effectiveness of Puskesmas service coverage. The purpose of this study is to (1) determine the ability of Worldview-2 imagery in extracting the effectiveness parameters of Puskesmas service coverage and (2) analyze and represent the effectiveness of Puskesmas service coverage with GIS. The method used in this study is network analysis, overlays, and matching. The parameters used to determine the effectiveness of Puskesmas service coverage are administrative boundaries, road networks, population numbers, Puskesmas location, and distribution of settlements through visual interpretation of Worldview-2 imagery. Overlays are used to know the potential of health service participants. While the range of services is known through a network analysis (services area) between the Puskesmas and the road network. The results of the network analysis are then matched with potential health care participants. The results showed that using Image Worldview-2 could be used to extract the parameters of settlement distribution. The accuracy test of these parameters is 92.68%. The highest effectiveness is in Tegal Panggung Village with an area of 0.12 km2, the reach of Puskesmas services is close to 19.17 km2, medium with an area of 10.65 km2, and far with an area of 3.7 km2.
Kata Kunci : Worldview-2, analisis network, Efektifitas Jangkauan Layanan Puskesmas, Sistem Informasi Geografis