Laporkan Masalah

Terbukanya Ruang Baru bagi Agama Lokal (Studi Kasus Penerimaan Majelis Eklasing Budi Murko (MEBM) di Desa Salamrejo)

ROSEMEINI H, RB. Abdul Gaffar Karim, Dr., S.I.P., M.A.

2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Eksklusi sosial yang terjadi pada penghayat kepercayaan Majelis Eklasing Budi Murko (MEBM) di Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, menghambat mereka untuk berpartisipasi aktif. Eksklusi sosial ini disebabkan oleh perbedaan keyakinan antara kelompok mayoritas beragama dan kelompok minoritas penghayat kepercayaan. Melalui persoalan tersebut, ketersediaan ruang peran menjadi jawaban dalam mencapai inklusi sosial yang diciptakan oleh organisasi masyarakat sipil tanpa menyinggung kelompok mayoritas di Desa Salamrejo. Temuan dari penelitian ini menunjukkan pengangkatan nilai-nilai kearifan lokal merupakan kunci dasar penempatan ruang peran yang mampu memberikan pengaruh pada penerimaan sosial, akses layanan, dan kebijakan berupa, pelibatan penghayat sebagai panitia Tirta Sapto Pratolo yang diatur dalam Peraturan Desa No.7 Tahun 2016. Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan kearifan lokal dan ruang peran merupakan cara baru dalam menyikapi eksklusi sosial kelompok minoritas.

The social exclusion that occurred in the belief adherent of the Majelis Eklasing Budi Murko (MEBM) in Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo Regency, prevented them from participating actively. This social exclusion caused by differences in belief between majority religious groups and minority groups of belief adherents. Through this problem, the availability of role space is the answer in achieving social inclusion created by civil society organizations without offending the majority group in Salamrejo. The findings of this study indicate that the adoption of local wisdom values is the primary key to the placement of role space that can influence social acceptance, service access, and policies in the form of involvement of worshipers as the Tirta Sapto Pratolo committee, which regulated in Perdes No.7 of 2016. This research proves that the local wisdom approach and role space are new ways of addressing the social exclusion of minority groups.

Kata Kunci : Penghayat Kepercayaan, Inklusi Sosial, Eksklusi Sosial, Ruang Peran Baru

  1. S1-2020-394650-abstract.pdf  
  2. S1-2020-394650-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-394650-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-394650-title.pdf