Laporkan Masalah

Kajian Pengetahuan dan Kepatuhan Protokol Kesehatan Terhadap Hasil Pemeriksaan Rapid Test Covid-19 Pada Pedagang Pasar Tradisional di Kabupaten Sleman

REZA IQBAL SUHADA, Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Pada tanggal 31 Desember 2019 terdapat kasus pneumonia yang belum diketahui penyebabnya di Wuhan, Cina. Setelah dilakukan pengujian diketahui bahwa kasus tersebut disebut sebagai Covid-19. Jumlah kasus tersebut terus bertambah dan menyebar keseluruh dunia. Indonesia merupakan negara yang melaporkan kasus tertinggi ketiga di Asia Tenggara. Pengetahuan dan kepatuhan protokol kesehatan yang baik akan mencegah penularan Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan rapid test Covid-19 pada pedagang pasar tradisional di Kabupaten Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan perbandingan 1:3. Kasus yaitu pedagang pasar tradisional dengan hasil reaktif pada pemeriksaan rapid test Covid-19. Kontrol yaitu pedagang pasar tradisional dengan hasil non reaktif pada pemeriksaan rapid test Covid-19. Data dikumpulkan dengan wawancara melalui telephone atau wawancara langsung. Analisis data menggunakan uji conditional logistic regression matched analysis. Hasil: Jumlah sampel yang didapatkan sebesar 84 responden diantaranya 21 kasus dan 63 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan jenis kelamin perempuan yaitu 79,76%, pada kelompok usia 40-49 tahun sebesar 44,05%, dengan tingkat pendidikan SMA/SMK sebesar 76,19%, berjualan selama 7 jam sebesar 45,24% (38 responden) dan 69,05% mengambil sendiri barang dagangan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa letih/lesu merupakan tanda dan gejala Covid-19 (OR=0,3; 95%CI: 0,1-0,94; p-value=0,039), setelah batuk/bersin perlu cuci tangan sebesar (OR=0,25; 95%CI: 0,08-0,75; p value: 0,014), setelah memegang uang perlu cuci tangan sebesar (OR=0,27; 95%CI: 0,09-0,83; p value: 0,023), penggunaan handsanitizer sebesar (OR=0,05; 95%CI: 0,006-0,50; p value: 0,010), dan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat batuk/bersin sebesar (OR=0,20; 95%CI: 0,06-0,63; p value: 0,006). Hasil analisis multivariat memilih model 2 yang menunjukkan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu (OR=0,31) dan penggunaan handsanitizer (OR=0,1) sebagai faktor yang berhubungan terhadap hasil pemeriksaan rapid test Covid-19 pada pedagang pasar tradisional. Kesimpulan: Pedagang pasar tradisional yang tidak menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung dan tidak menggunakan handsanitizer meningkatkan risiko untuk memiliki hasil reaktif pada pemeriksaan rapid test Covid-19. Kepatuhan protokol kesehatan pada pedagang pasar harus selalu dilakukan dalam mencegah penularan penyakit Covid-19.

Background: On December 31th, 2019 there was an unknown cause of pneumonia in Wuhan, China. After testing it is known that the case is referred to as Covid-19. The number of cases continues to grow and spread throughout the world. Indonesia is a country that reports the third highest case in Southeast Asia. Knowledge and compliance with good health protocols will prevent Covid-19 transmission. The purpose of this study was to determine the factors that influence the results of the Covid-19 rapid test examination on traditional market traders in Sleman Regency. Method: This study uses a case control design with a ratio of 1: 3. The case is the traditional market trader with reactive results on the Covid-19 rapid test. Controls are traditional market traders with non-reactive results on the Covid-19 rapid test. Data collected by telephone interview or direct interview. Data analysis using the conditional logistic regression matched analysis. Results: The number of samples obtained was 84 respondents including 21 cases and 63 controls. The results showed that most respondents with female gender were 79.76%, in the age group 40-49 years at 44.05%, with a high school / vocational level of 76.19%, selling for 7 hours at 45.24% (38 respondents) and 69.05% took merchandise themselves. The results of bivariate analysis showed that fatigue / lethargy was a sign and symptom of Covid-19 (OR = 0.3; 95% CI: 0.1-0.94; p-value = 0.039), after coughing / sneezing the need to wash hands was ( OR = 0.25; 95% CI: 0.08-0.75; p value: 0.014), after holding money, you need to wash your hands (OR = 0.27; 95% CI: 0.09-0.83; p value: 0.023), the use of a handsanitizer of (OR = 0.05; 95% CI: 0.006-0.50; p value: 0.010), and covering the mouth and nose using a tissue when coughing / sneezing is (OR = 0.20 95% CI: 0.06-0.63 p value: 0.006). The results of multivariate analysis chose model 2 which showed covering the mouth and nose using a tissue (OR = 0.31) and the use of a handsanitizer (OR = 0.1) as a factor related to the results of the Covid-19 rapid test on traditional market traders. Conclusion: Traditional market traders who do not use tissue to cover their mouth and nose and do not use a handsanitizer increase the risk of having a reactive result on the Covid-19 rapid test. Compliance with health protocols in market traders must always be done in preventing the transmission of Covid-19 disease. Keywords: Knowledge, compliance, health protocol, Covid-19, traditional market traders

Kata Kunci : Knowledge, compliance, health protocol, Covid-19, traditional market traders

  1. S2-2020-433537-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433537-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-433537-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433537-title.pdf