Laporkan Masalah

ANALISIS DAMPAK PENERBITAN KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF-EFEK BERAGUN ASET (KIK-EBA) TERHADAP LIQUIDITY GAP DI PT BANK BUKOPIN TBK

CHANDRA GINANJAR P, I Wayan Nuka Lantara,M.Si.,Ph D.,

2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

INTISARI Salah satu upaya untuk mengelola risiko likuiditas melalui pengelolaan portofolio kredit yang baik dan mengoptimalkan pengelolaan asset / liabilities yang lebih optimal, Bank Bukopin dapat melakukan sekuritisasi aset. Pada saat ini,perbankan tidak bisa terus menerus memakai Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai sumber utama dalam pendanaan. Alternatif lain sekuritisasi asset tersebut adalah melalui Penerbitan KIK EBA (Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dan efektifitas penggunaan KIK EBA dalam mengatasi liquidity gap di Bank Bukopin. Dalam pembahasan, penulis akan mencoba membandingkan antara Rasio-rasio yang berhubungan dengan rasio likuiditas, seperti rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio), dan rasio NSFR (Net Stable Funding Ratio), Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), sebelum dan setelah adanya transaksi KIK EBA. Data yang digunakan adalah data selama periode Januari-Desember 2019. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio likuiditas Bank Bukopin semakin membaik dengan diterbitkannya produk KIK EBA ini. Rasio yang dimaksud adalah rasio likuiditas yang dipersyaratkan oleh regulator, yaitu rasio LCR,rasio NSFR dan juga rasio RIM. Hal tersebut dikarenakan Bank Bukopin memperoleh sumber pendanaan yang lebih memiliki jangka waktu panjang, dan tidak hanya bergantung pada pendanaan jangka pendek seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) dari nasabah. Hal ini membuktikan bahwa sekuritisasi aset ini dapat dipergunakan di industri perbankan untuk mengantisipasi ketatnya likuiditas. Kata kunci : risiko likuiditas, sekuritisasi aset, liquidity gap, rasio LCR, rasio NSFR

ABSTRACT One of the efforts to manage liquidity risk through good credit portfolio management and optimizing more optimal asset / liability management, Bank Bukopin can securitize assets. At this time, banks cannot continue to use Third Party Funds (TPF) as the main source of funding. Another alternative for asset securitization is through the issuance of KIK EBA (Asset Backed Securities Collective Investment Contract). This study aims to determine the benefits and effectiveness of the use of KIK EBA in overcoming the liquidity gap at Bank Bukopin. In the discussion, the author will try to compare ratios related to liquidity ratios, such as LCR (Liquidity Coverage Ratio) ratio, and NSFR (Net Stable Funding Ratio) ratio, Macroprudential Intermediation Ratio (RIM), before and after the KIK EBA transaction . The data used is data for the period January-December 2019. The results of this study indicate that Bank Bukopin's liquidity ratio has improved with the issuance of this KIK EBA product. The ratio in question is the liquidity ratio required by the regulator, namely the LCR ratio, NSFR ratio and also the RIM ratio. That is because Bank Bukopin obtained more long-term funding sources, and did not only depend on short-term funding such as Third Party Funds (DPK) from customers. This proves that asset securitization can be used in the banking industry to anticipate tight liquidity. Keywords: liquidity risk, asset securitization, liquidity gap, LCR ratio, NSFR ratio

Kata Kunci : risiko likuiditas, sekuritisasi aset, liquidity gap, rasio LCR, rasio NSFR

  1. S2-2020-432745-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432745-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432745-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432745-title.pdf