PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN SELINGAN TERHADAP KEPATUHAN DIET, KECUKUPAN ASUPAN ZAT GIZI, DAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
SA'BANIA HARI R, Martalena Br Purba,MCN,Ph.D;Prof.Dr.dr. Nyoman Kertia,SpPD-KR
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Prevalensi pasien yang menjalani hemodialisis di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan jumlah pasien yang berhenti menjalani perawatan hemodialisis pada tahun 2017, 70% diantaranya disebabkan karena kematian. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka kematian pada pasien hemodialisis adalah kualitas hidup yang buruk karena asupan gizi kurang akibat dari kurangnya kepatuhan diet pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan selingan tinggi energi-protein pada peningkatan kepatuhan diet, kecukupan asupan zat gizi, dan kualitas hidup pasien hemodialisis. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian pra-eksperimental. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 71. Semua subjek penelitian adalah pasien yang menjalani perawatan hemodialisis di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta selama minimal 3 bulan dan tidak memiliki penyakit infeksius dan penyakit keganasan. Sampel dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Pasien akan diberikan snack tinggi energi dan protein 2 kali sehari selama 21 hari. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perbaikan yang signifikan (p-value<0,05) pada kepatuhan diet dan kecukupan asupan zat gizi antara sebelum dan saat intervensi. Tetapi setelah intervensi selesai, perbaikan kepatuhan diet subjek tidak berbeda signifikan antara sebelum dan setelah intervensi (p-value = 0,3173). Begitu pula pada kecukupan asupan zat gizi juga tidak ada perubahan yang signifikan antara sebelum dan setelah intervensi. Ada perbedaan yang signifikan antara skor kualitas hidup sebelum dan setelah diberi makanan selingan (p-value=0,0082). Analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan energi, asupan lemak, dan periode waktu hemodialisis dapat digunakan untuk memprediksi kualitas hidup pasien hemodialisis (koefisien determinan = 0,125;AIC=72). Kesimpulan: Pemberian makanan selingan tinggi energi-protein untuk pasien hemodialisis dapat membantu untuk meningkatkan rata-rata asupan zat gizi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Meskipun butuh waktu lebih lama untuk dapat mengubah perilaku pasien agar terbiasa konsumsi makanan selingan dan meningkatkan kepatuhan diet.
Background: The prevalence of patients undergoing hemodialysis in Indonesia is increasing every year. Based on the number of patients who stopped hemodialysis treatment in 2017, 70% were due to die. One of the factors that influence the high mortality rate is the poor quality of life because of a lack of dietary adherence that causes inadequate nutritional intake. Objective: This study aims to determine the effect of providing high energy and high protein snack on improving dietary adherence, adequacy of nutrition intake, and quality of life for hemodialysis patients. Method: This study was a pre-experimental study with one group pre-test and post-test design. The number of samples in this study was 71. All study subjects were patients undergoing hemodialysis treatment at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta for at least 3 months and did not have infectious and malignant disease. Samples were selected using a consecutive sampling method. Patients will be given a high energy-protein snack twice a day for 21 days. Results: This study showed that there was significant improvement (p-value<0,05) in dietary adherence and adequacy of nutrition intake between before and during the intervention. But after the intervention was completed, the improvement in the subject's dietary adherence did not differ significantly between before and after the intervention (p-value=0.3173). There was no significant improvement in the adequacy of nutrient intake between before and after the intervention. While there was a significant difference between the quality of life scores before and after being given a snack (p-value=0.0082). Multivariate analysis showed that energy intake, fat intake, and length of time hemodialysis periods could be used to predict the quality of life of hemodialysis patients (coefficient of determination=0.125;AIC=72). Conclusion: Providing snacks for hemodialysis patients can help the patient to improve the average of nutrition intake and quality of life. Although it takes longer to be able to change the patient's behavior to get used to eating snacks and improve dietary adherence.
Kata Kunci : asupan gizi,hemodialisis,kepatuhan diet,kualitas hidup