Analisis Sedimen pada Embung Tambakboyo Berdasarkan Usia Guna dan Daerah Tangkapan Airnya
SUCI NUR USTRIYATI, Dr. Ir. Sindu Nuranto, Ms. CWS
2020 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPILEmbung Tambakboyo secara administrasi berlokasi di Dusun Tambakboyo yang memiliki luas Daerah Tangkapan Air (DTA) seluas 20,7 km2. DTA Embung Tambakboyo memiliki kemiringan lereng antara 0-8% dan jenis tanah keseluruhan berupa tanah regosol dengan usia operasional telah lebih dari 10 tahun. Selain itu tata guna lahan DTA berupa persawahan dan pemukiman. Karena hal tersebut, penyusun tertarik untuk menganalisis volume sedimen yang ada pada Embung Tambakboyo yang berikutnya dapat digunakan untuk mengetahui usia efektif embung dengan memperkirakan laju erosi yang terjadi pada daerah tangkapan air Embung Tambakboyo. Metode USLE digunakan untuk mengetahui laju erosi yang terjadi berdasarkan perhitungan faktor penyebab erosi. Pengukuran bathymetry digunakan untuk mengetahui volume sedimen embung secara langsung. Kemudian menghitung sisa usia operasional dengan membagi sisa volume tampungan dengan laju sedimen yang masuk. Dengam menggunakan metode USLE diperoleh laju erosi DTA sebesar 13,864 ton/ha/th sedangkan dengan pengukuran langsung Echossounding sebesar 11,254 ton/ha/th. Sisa usia embung berdasarkan metode USLE adalah 23,02 tahun sedangkan pengukuran langsung sampai 28,359 tahun lagi. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa laju erosi DTA embung tambakboyo masuk kedalam kategori erosi sangat ringan, namun hasil SDR perbandingan antara sedimen yang masuk kedalam embung dengan sedimen hasil perhitungan metode USLE menunjukkan bahwa pengendalian sedimen yang dilakukan masih kurang efektif.
Tambakboyo reservoir is located in Tambakbayan village which has an area of 20.7 km2 of the Water Catchment Area (DTA). Tambakboyo's watershed has a slope between 0-8% and the entire soil type is regosol soil with an operational age of more than 10 years. DTA of Tambakboyo is used to rice fields and settlements. Because of this, the author is interested in analyzing the volume of sediment present in Tambakboyo's reservoir to determine the effective age of the reservoir. The USLE method is used to determine the rate of erosion that occurs based on the calculation of the factors causing erosion. Bathymetry measurements are used to determine the volume of sediment directly. By using the USLE method, the erosion rate of DTA was obtained at 13.864 ton/ha/year, while by direct measurement of Echossounding it was 11.254 ton/ha/year. The remaining lifespan of the reservoir based on the USLE method is 23.02 years, while the direct measurement is up to 28.359 years. From the analysis, it can be concluded that SDR between the sediment entering the reservoir and the sediment calculated by the USLE method indicate that the sediment control carried out is still ineffective.
Kata Kunci : Embung, USLE, Tambakboyo, Small dam