PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN BIDANG KEBUDAYAAN MENGGUNAKAN DANA KEISTIMEWAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2019 DENGAN PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS KURUNG BUKA AHPKURUNG TUTUP
HERI LEGOWO, Ardyanto Fitrady, M.A., Ph.D.
2020 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2012 mendapatkan status istimewa dengan ditetapkannya UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewan Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu keistimewaan tersebut adalah urusan kebudayaan yang didukung dengan dana keistimewaan dan baru diterimakan pada tahun 2013. Setelah berjalan selama 6 tahun lebih, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan perubahan terhadap program-program urusan kebudayaan yang didanai dengan dana keistimewaan melalui RPJMD DIY Tahun 2017-2022. Di sisi lain, visi DIY pada tahun 2025 salah satunya adalah menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan terkemuka di Asia Tenggara, agar visi tersebut tercapai perlu dilakukan penentuan prioritas program pembangunan kebudayaan dari program-program yang ada tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas program-program pembangunan kebudayaan dengan memilih dari dua belas program kebudayan yang tercantum dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022 dengan kriteria visi dan misi kepala daerah, ketersediaan dana keistimewaan dan partisipasi masyarakat untuk diperbandingkan. Tujuan utama penelitian ini adalah menentukan urutan prioritas program pembangunan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan dana keistimewaan. Untuk mencapai tujuan utama di atas, maka digunakan alat analisis yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP). Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode dalam pemilihan alternatif dengan melakukan penilaian komparatif berpasangan yang digunakan untuk mengembangkan prioritas-prioritas secara keseluruhan berdasarkan ranking. Metode yang digunakan berdasarkan proses AHP, disusun sesuai dengan sifat-sifat rasional untuk menyeleksi yang terbaik dari sejumlah alternatif dan dievaluasi dengan memperhatikan beberapa kriteria (Saaty 1993,100). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Program Pendidikan Berbasis Budaya menjadi program prioritas utama dalam pembangunan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan bobot 13,6 persen dari 12 program kebudayaan yang ada. Prioritas terakhir dengan bobot 4,8 persen ada pada program Penguatan Museum Sonobudoyo.
The Government of the Special Region of Yogyakarta in 2012 gained Special status with the enactment of Law Number 13 of 2012 concerning the Privileges of the DIY. One of the privileges is the cultural affairs which are supported by the new privilege funds received in 2013. After running for more than 6 years, the Governor of the Special Region of Yogyakarta made changes to cultural affairs programs funded with special funds through the 2017-2022 DIY RPJMD. On the other side of the vision of DIY in 2025 one of which is to make the Yogyakarta Special Region as the leading cultural center in Southeast Asia, so that the vision is achieved it is necessary to determine the priority of cultural development programs from the existing programs. This study aims to determine the priority of cultural development programs by selecting from the twelve cultural programs listed in the 2017-2022 DIY RPJMD with the vision and mission criteria of the Regional Head, the availability of privileged funds and community participation for comparison. The main objective of this research is to determine the priority order of cultural development programs in the DIY with special funds. To achieve the main objectives above, the analysis tools are used Analytic Hierarchy Process (AHP). Analytic Hierarchy Process (AHP) is one of the methods in selecting alternatives by conducting a pair comparative assessment that is used to develop overall priorities based on ranking. The method used is based on the AHP process, arranged according to rational traits to select the best from a number of alternatives and evaluated by taking into account several criteria (Saaty, 1993:100). The results of this study indicate that the Culture-Based Education Program is a top priority program in cultural development in the Special Region of Yogyakarta with a weight of 13.6 percent of the 12 existing cultural programs. The last priority with a weight of 4.8 percent is in the Sonobudoyo Museum Strengthening program.
Kata Kunci : prioritas, kebudayaan, dana keistimewaan, AHP.