Laporkan Masalah

Pemberantasan Penyakit Cacar di Pulau Nias, 1854-1915

JUNAIDI, Dr. Abdul Wahid, M.Phil.

2020 | Tesis | MAGISTER SEJARAH

Studi ini membahas tentang sejarah pemberantasan penyakit cacar di Pulau Nias, dari tahun 1854 hingga 1915. Mengingat masih terbatasnya kajian sejarah tentang Pulau Nias, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses pemberantasan penyakit cacar di Pulau Nias, sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam perkembangan penulisan sejarah Nias secara khusus dan sejarah politik kesehatan di Indonesia pada umumnya. Permasalahan penelitian yang diagendakan adalah mengapa dan bagaimana pemerintah kolonial Belanda mengatasi wabah cacar di Pulau Nias, yang saat itu belum menjadi bagian dari Hindia Belanda? Dan sejauh mana kebijakan itu menjadi bagian dari proyek pembentukan negara kolonial? Guna memperoleh jawaban atas permasalahan tersebut penelitian ini menggunakan sumber primer dan sekunder seperti arsip, catatan zending, catatan penjalanan peneliti sezaman, jurnal dan majalah kolonial, foto, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua metode yang digunakan dalam pemberantasan penyakit cacar di Pulau Nias. Metode pertama bersifat tradisional-mistik melalui kearifan lokal atau pengetahuan lokal, di mana orang Nias menghindari penyakit cacar dengan tidak melakukan interaksi dengan penderita cacar, menerapkan karantina, dan larangan meninggalkan desa selama epidemi berlangsung. Tujuannya adalah agar mata rantai penularan penyakit cacar terputus. Cara-cara ini digunakan penduduk di daerah independen atau daerah yang belum menjadi bagian negara kolonial Hindia Belanda. Metode kedua, bersifat modern-rasional-ilmiah melalui program vaksinasi sebagai upaya preventif penanggulangan penyakit cacar. Kampanye personal and environmental hygiene juga digalakkan oleh pemerintah kolonial Belanda melalui zending untuk meningkatkan kesehatan penduduk. Melalui mediasi para zendeling juga vaksinasi dapat diterima dengan baik oleh orang Nias. Oleh karena itu, zending dan program vaksinasi menjadi alat bagi kolonialisme dalam proses pembukaan Pulau Nias, sehingga pulau itu menjadi bagian dari negara kolonial Hindia Belanda.

This study examines the history of smallpox eradication in Nias Island, an island in the west part of North Sumatra in Indonesia from 1854 to 1915. Given the limited historical studies on Nias Island, this research aims to reveal the process of smallpox eradication, especially in Nias Island, and contributes to the historiography of health politics in Indonesia. The research problem emphasizes why and how the Dutch colonial government managed that disease in Nias Island, which at that time was not part of the Netherlands East Indies. To what extent did the policy become a part of colonial state formation? In order to answer this question, this research uses primary and secondary sources such as archives, zending reports, traveler diaries, journals, colonial magazines, photos, and other relevant literature. The result shows that there were two methods in which smallpox eradication in Nias Island was implemented. The first method, based on traditional-mystical through local wisdom or local knowledge, the islanders avoid and minimize direct contact with the patient/sufferer, implementing self-quarantine, and most importantly, people's movement to outside during the pandemic was prohibited. This policy was to break the spread of disease. These methods were used by residents in independent areas or areas not yet part of the Dutch colonial state. The second method was based on modern-rational-scientific through the vaccination program as a preventive system to minimize its impact. One of the most critical programs by the colonial government was personal and environmental hygiene campaigns promoted by zending, to improve the health quality of local inhabitants. Therefore, zending and vaccination programs became a tool for colonialism in the opening process of Nias Island as a part of the Dutch colonial state.

Kata Kunci : epidemi, cacar, vaksinasi, kolonial Belanda, Pulau Nias / epidemic, smallpox, vaccination, Dutch colonial, Nias Island

  1. S2-2020-419359-abstract.pdf  
  2. S2-2020-419359-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-419359-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-419359-title.pdf