Laporkan Masalah

PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN DAN ANALISIS POLA KERUANGAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2013

JAYANTI, Dr. Bowo Susilo, S.Si., M.T.

2020 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Indeks Pembangunan Manusia merupakan suatu kajian terhadap kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah yang dapat digunakan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 78 kecamatan dengan kondisi fisik lahan yang beragam. Sistem Informasi geografi merupakan suatu sistem berbasis spasial yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi Indeks Pembangunan Manusia dari masing-masing kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan serta menganalisis pola keruangan Indeks Pembangunan Manusia di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 dan mengetahui hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia dan kondisi fisik lahannya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan Autocorrelasi spasial dengan metode Morans I. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui hubungan. Analisis secara kulitatif digunakan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Pembangunan Manusia dan kondisi fisik lahannya yang berupa bentuklahan dan kemiringan lereng sedangkan Morans I digunakan untuk identifikasi pola persebaran Indeks Pembangunan Manusia di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013. Penelitian ini menunjukkan bervariasinya Indeks Pembangunan Manusia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis hubungan menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara kondisi fisik lahan terhadap kemudahan akses pembangunan dimana daerah dengan bentuklahan karst dan denudasioanal yang didominasi oleh lereng terjal cenderung memiliki Indeks Pembangunaan Manusia yang rendah sedangkan bentuklahan vulkanik dan struktural dengan lereng yang cenderung landai memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang lebih tinggi.

Human development index is a study of policy have done by government which can be used for finding general information about the porsperity of the society. Daerah Istimewa Yogyakarta has 78 subdistricts with many kinds of physical condition. Geographic information system is a spacial system which can be used for finding human development index condition for each subdistrict in Daerah Istimewa Yogyakarta. This research is purposed to cartograph and analyzing the rooming pattern of human development index in Daerah Istimewa Yogyakarta year 2013 and finding the relation between human development index and the physical condition of the land. This research uses qualitative and Autocorrelasi Spasial with Morans I method. This analysis is used for finding relation. Qualitative analysis is used for finding the relation between human development index and the physical condition of the land which is slope while Morans I is used to know about human development speading index in Yogyakarta year 2013. The variation of Human development index in Daerah Istimewa Yogyakarta is depicted in this research. Relation analysis shows that there is a relation between the lands physical condition to the ease of the development where area with kars and denudasional landfom which is dominate by steep slopes has has a low human development index and the vulcanic and structural landscape which more sloping has higher human development index.

Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Bentuklahan, Kemiringan Lereng, Analisis Pola Ruang, Analisis Hubungan, Daerah Istimewa Yogyakarta

  1. D3-2020-369191-abstract.pdf  
  2. D3-2020-369191-bibliography.pdf  
  3. D3-2020-369191-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2020-369191-title.pdf