Laporkan Masalah

Analisis Dan Evaluasi Perubahan Penggunaan Lahan Ruang Terbuka Di Kota Denpasar Tahun 2013-2014

PUTU ADIPRATAMA BARATHA WANGSA, Dany Puguh Laksono, S.T., M.Eng.

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Perubahan penggunaan lahan dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin tinggi berkorelasi secara langsung dengan kebutuhan lahan perumahan dan permukiman yang memadai. Selain pertumbuhan penduduk, peningkatan pertumbuhan ekonomi juga ikut menjadi faktor penentu perubahan penggunaan lahan. Lahan persawahan yang termasuk lahan Ruang Terbuka Hijau (Ruang Terbuka) merupakan lahan potensial untuk menjadi perumahan dan permukiman, pertokoan, maupun penutup lahan lainnya karena merupakan lahan yang cenderung datar dan memiliki kapasitas air tanah dan air permukaan yang baik. Selain itu, lahan persawahan dan RTH lainnya yang termasuk dalam Ruang Terbuka memiliki aksesibilitas yang baik sehingga membentuk kondisi yang baik dan cocok untuk lokasi perumahan dan permukiman, serta penutup-penutup lahan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan penggunaan lahan Ruang Terbuka menjadi Penutup Lahan yang terjadi di Kota Denpasar. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah Data Penggunaan Lahan Kota Denpasar tahun 2013 dan 2014 yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kota Denpasar. Data ini diolah dalam bentuk tabel, grafik, dan visualisasi dalam bentuk peta yang menunjukan lokasi terjadinya perubahan penggunaan lahan untuk memudahkan proses analisisnya. Evaluasi yang dilakukan yaitu dengan metode overlay menggunakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Denpasar Tahun 2011-2031. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh perubahan penggunaan lahan Ruang Terbuka menjadi Penutup Lahan di Kota Denpasar tersebar di 4 kecamatan, dengan total perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah 1182,09458 Ha. Kecamatan Denpasar Selatan merupakan kecamatan dengan luasan perubahan penggunaan lahan Ruang Terbuka menjadi Penutup Lahan terbesar dengan luasan 478,7191596 Ha, dan kecamatan Denpasar Barat menjadi kecamatan dengan luasan perubahan penggunaan lahan terkecil, yaitu 170,5500417 Ha. Dari hasil evaluasi, masih terdapat penggunaan dan pemanfaatan lahan yang menyimpang atau tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Denpasar yang telah ditetapkan.

Changes in land use are influenced by increasing population growth. High population growth is directly correlated with the need of adequate housing and settlement land. In addition to population growth, increased economic growth is also a determining factor in land use. Rice fields that are included in Green Open Space (Open Space) are potential land for housing and settlements, shops, and other land cover because they tend to be flat and have good groundwater and surface water capacity. In addition, paddy fields and other Green Open Space that are included in Open Space have good accessibility so that they form good conditions and are suitable for housing and settlement locations, as well as other land covers. This study aims to evaluate changes in the use of green space to cover the land that occurred in Denpasar city. The data used in this study are Denpasar City Land Use Data in 2013 and 2014 issued by the Office of the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning / National Land Agency of Denpasar City. This data is processed in the form of tables, graphs and visualizations in the form of maps showing the location of land use changes to facilitate the analysis process. The evaluation was carried out using the overlay method using the Denpasar City Spatial Plan 2011-2031. Based on the results of the study, there are changes in land use of Open Space and Land Cover in the City of Denpasar spread across 4 districts, it is written 1182.09458 Ha of the total land use. South Denpasar is a sub-district which has the biggest area of the Land Cover with an area of 478.7191596 Ha, and the West Denpasar sub-district is the sub-district with the smallest use of land, which is 170.5500417 Ha. From the evaluation results, there are still inappropriate usage of land that deviate or are not in accordance with the Denpasar City Spatial Plan that has been determined.

Kata Kunci : Perubahan penggunaan lahan, analisis overlay, RTRW

  1. S1-2019-329973-abstract.pdf  
  2. S1-2019-329973-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-329973-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-329973-title.pdf