EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TAMBAK UDANG DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN KULON PROGO
RISJAAD GIBRAN L, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si.
2020 | Skripsi | S1 AKUAKULTURKabupaten Kulon Progo merupakan wilayah pesisir yang potensial untuk pengembangan budidaya tambak udang di lahan pasir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo untuk pengembangan tambak udang dengan memanfaatkan teknologi SIG. Penelitian dilaksanakan di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo yang mencakup kawasan pesisir Kecamatan Temon, Galur, Wates dan Kecamatan Panjatan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Variabel data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi dalam tiga kategori yaitu: karakteristik lahan (kandungan pasir, kemiringan lereng, elevasi), kualitas dan sumber air (salinitas, pH, jarak dari laut) dan infrastruktur (jarak dari jalan utama, jarak dari jaringan listrik, penggunaan lahan). Setiap variabel diberi harkat dan bobot sesuai dengan kepentingannya (analisis pengharkatan berjenjang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 448.208 m² (0,10%) lahan yang tergolong sangat sesuai (S1), 10.988.128 m² (21,50%) sesuai (S2) dan 39.477.244 m² (77,50%) agak sesuai (S3) untuk budidaya tambak udang. Pengembangan budidaya tambak udang di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo diarahkan pada lahan dengan kategori S1 dan S2 dengan mempertimbangkan aspek legal formal, daya dukung dan konsep Integrated Coastal Zone Management (ICZM) agar pengembangan daerah pesisir dapat dilakukan lebih optimal.
Kulon Progo Regency is a potential coastal area for the development of shrimp pond cultivation in sandy land. The purpose of this study was to evaluate the suitability of land in the coastal area of Kulon Progo Regency for shrimp pond development using GIS technology. The research was conducted in the coastal area of Kulon Progo Regency which includes the coastal areas of Temon, Galur, Wates and Panjatan Districts. This study uses a survey method. The data variables used in this study were divided into three categories, namely: land characteristics (sand content, slope, elevation), surface water quality and sources (salinity, pH, distance from the coastline) and infrastructure (distance from the main road, distance from electricity grid, land use). Each variable is assigned a grade and weight according to its importance (hierarchical scoring analysis). The results showed that there were 448.208 m² (0.10%) of land classified as very suitable (S1), 10.988.128 m² (21.50%) suitable (S2) and 39.477.244 m² (77.50%) somewhat according to (S3) for shrimp pond culture. The development of shrimp pond culture in the coastal area of Kulon Progo Regency is directed at land with the S1 and S2 categories by considering formal legal aspects, carrying capacity and the concept of Integrated Coastal Zone Management (ICZM) so that coastal area development can be carried out more optimally.
Kata Kunci : evaluasi kesesuaian lahan, pesisir Kulon Progo, sistem informasi geografi, tambak udang