Laporkan Masalah

Determinan Capaian Jenjang Pendidikan terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Indonesia

NARESWARI, Diyah Putriani, S.E., M.Ec

2020 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Jenjang pendidikan yang tinggi merupakan salah satu faktor penting yang mampu mengatasi permasalahan rendahnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan. Namun demikian, tidak semua hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan TPAK perempuan seiring dengan peningkatan jenjang pendidikan perempuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan perempuan terhadap TPAK perempuan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode fixed effects untuk mengolah data 33 provinsi di Indonesia dari tahun 2011 2018. Indikator yang digunakan meliputi jenjang pendidikan (dasar, menengah, dan tinggi), pembangunan ekonomi, upah minimum, tingkat pengangguran, dan tingkat perceraian perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan jenjang pendidikan dasar dan menengah terhadap TPAK perempuan di Indonesia. Jenjang pendidikan tinggi dan tingkat perceraian perempuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap TPAK perempuan di Indonesia. Selain itu, pembangunan ekonomi, upah minimum, dan tingkat pengangguran memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap TPAK perempuan di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka pemerintah perlu membuat inovasi kebijakan yang berhubungan dengan sistem pendidikan nasional dan tenaga kerja perempuan di Indonesia.

Higher education is one of the important factors that can overcome the problem of the low Female Labor Force Participation Rate (FLPR). However, not all study results indicate an increase in FLPR along with an increase in the level of female's education. This study aims to analyze the impact of the highest level of education completed by the female on the FLPR in Indonesia. Fixed effects method used in this study to process data from 33 provinces in Indonesia during 2011 and 2018. Indicators used in this study include education level (primary, secondary, and higher education), economic development, minimum wage, unemployment rate, and female's divorce rate. The results of this study show that there is a positive and significant impact of primary and secondary education on FLPR in Indonesia. The higher level of education and female's divorce rate does not significantly affect FLPR in Indonesia. In addition, economic development, minimum wage, and unemployment rate have a negative and significant impact on FLPR in Indonesia. These findings imply that the government needs to create innovative policies that connect the national education system and the female workforce in Indonesia.

Kata Kunci : Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan, jenjang pendidikan, ekonomi ketenagakerjaan, fixed effects

  1. S1-2020-393280-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393280-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393280-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393280-title.pdf