PENGURANGAN DAN PENAMBAHAN DALAM PENERJEMAHAN PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KE DALAM BAHASA INGGRIS
KANZA HUSNINA, Dr. Adi Sutrisno, M.A.
2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPengurangan dan penambahan merupakan salah satu teknik dalam penerjemahan. Penelitian ini menganalisis pengurangan dan penambahan dalam penerjemahan transkrip pidato Presiden Republik Indonesia di laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (www.setkab.go.id). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja bentuk pengurangan dan penambahan, pengaruhnya terhadap kesepadanan dalam penerjemahan pidato, serta apa saja faktor yang melatarbelakangi terjadinya pengurangan dan penambahan dalam penerjemahan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian defkriptif-komparatif. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari transkrip pidato dan terjemahannya dengan interval waktu April 2018-April 2019, yaitu sebanyak 33 pidato. Data yang diteliti adalah seluruh kalimat yang memuat pengurangan di dalam TSu baik pengurangan dalam tataran kata, frasa, klausa, dan kalimat dan yang mengalami penambahan di dalam TSa baik dalam tataran kata, frasa, klausa, dan kalimat. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 312 data pengurangan maupun penambahan. Pengurangn terjadi dalam tataran kata, frasa, klausa dan kalimat, sedangkan penambahan terjadi dalam tataran kata, frasa, dan klausa. Masing-masing pengurangan dan penambahan yang paling banyak terjadi adalah dalam tataran kata. Pengurangan dan penambahan yang terjadi dapat memengaruhi kesepadanan makna. Secara makna, 90,7% data menunjukkan penerjemahan tetap sepadan. Faktor yang melatarbelakangi penerjemahan dan pengurangan dalam penerjemahan transkrip pidato presiden di laman setkab adalah faktor linguistik, faktor pengetahuan subjek tertentu/legal jargon, faktor politik, faktor perbedaan pola pikir, faktor agama, faktor budaya.
Loss and gain is one of translation techniques. This research investigated loss and gain in the translation of Indonesian presidential speech transcripts on the official website of The Republic Indonesia Secretariat Cabinet (www.setkab.go.id). The aim of this research is to find out the form of loss and gain, the effect of loss and gain in the speech translation, and the factors that are sticked to the loss and gain. This research is a descriptive-comparative research. The data source was taken from the transcript of the speeches and its translation during April 2018-April 2019. There are 33 speeches as data source. The data is all sentences in those transcripts that contain loss in ST (source text) including word, phrase, clause and sentence and gain in TS (target text) including word, phrase, clause as well as sentence. The result shows that from 312 data, the forms of loss are in the level of word, phrase, clause and sentence, while gain in the level of word, phrase, and clause. The most frequently found in both loss and gain is in the level of word. Semantically, it also found out that loss and gain influence the equivalence of 90,7% of the analyzed data. The occurrence of loss and gain are because of these factors: linguistics, culture, politics, religion, untranslatability, the different thinking of the translator and the understanding of the translator about something/legal jargon.
Kata Kunci : penerjemahan, penambahan dan pengurangan, kesepadanan, pidato