Penerapan Sanitasi dan Higiene pada Produk Perikanan Segar di Pasar Tradisional Kabupaten Rembang
ELFIRA RITVANI SARI, Prof. Dr. Ir. Ustadi, M.P.
2020 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI HASIL PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanitasi dan higiene pada produk perikanan segar di pasar desa dan pasar kabupaten yang ada di Kabupaten Rembang. Penelitian menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dengan metode simple random sampling kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil survei, tingkat penerapan sanitasi dan higiene pedagang ikan segar di 8 pasar tradisional di Kabupaten Rembang belum memenuhi standar dikarenakan tidak mencapai total rata-rata indikator sebesar 5 (Sangat Baik). Namun kondisi penerapan sanitasi dan higiene di pasar desa sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan pasar kabupaten. Hal tersebut dapat dilihat dari total rata-rata keseluruhan indikator, pasar kabupaten memiliki total rata-rata sebesar 1,96 (Buruk), sedangkan pasar desa memiliki total rata-rata sebesar 2,03 (Kurang Baik). Sementara untuk hasil pasar sehat dari 8 pasar tradisional di Kabupaten Rembang juga diketahui masih buruk dikarenakan hasilnya belum ada yang di atas 80% (kategori Baik), untuk pasar desa hasil yang tertinggi adalah pasar Karangturi dengan nilai sebesar 17 (28,8%; kategori Kurang) dan hasil terendah adalah pasar Kebloran dengan nilai sebesar 14 (23,7%; kategori Kurang), hasil tertinggi dari pasar kabupaten yaitu pasar Lasem dengan nilai sebesar 16 (27,7%; kategori Kurang) dan yang terendah adalah pasar Sulang dengan nilai 10 (17%; kategori Kurang).
The aim of research was to determine the implementation of sanitation and hygiene on fresh fishery products in traditional market that managed by village government and local government district in Rembang. Research was done using the survey method. Sampling was done by simple random sampling method, then the data were analyzed by a descriptive quantitative method. Based on the results of the survey, the level of sanitary and hygiene implementation of fresh fish merchant in 8 traditional markets in Rembang district has not fulfilled the standard because none of them achieved an average total indicator of 5 (Very Good). But the condition of sanitation and hygiene implementation in the village market was slightly beter compared to the district market. It was shown by the total average of overall indicator, where the district market had an average score of 1.96 (Bad), while the village market had an average score of 2.03 (Less Good). Meanwhile, for healthy market assessment result of 8 traditional markets in Rembang district was also known to be bad because none of the market showed the results above 80% (Good). The highest score for the village market was obtained from Karangturi market with a score of 17 (28.8%; Less) and the lowest result was the Kebloran market with a score of 14 (23.7%; Less), the highest result of the district market was Lasem market with a score of 16 (27.7%; Less) And the lowest was the Sulang market with a score of 10 (17%; Less).
Kata Kunci : higiene, ikan segar, pasar sehat, pasar tradisional, sanitasi/ hygiene, fresh fish, healthy markets, traditional markets, sanitation