Pengaruh Edukasi dan Konseling Dalam Pelayanan Farmasi Berbasis Medication Therapy Management (MTM) Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Yogyakarta
ESTI ASADINA, Dr. Nanang Munif Yasin., M.Pharm., Apt ; Dr. Susi Ari Kristina., M.Kes., Apt
2020 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIKHipertensi adalah salah satu penyakit yang pengobatannya dilakukan dalam jangka waktu panjang, sehingga diperlukan pengetahuan dan kepatuhan yang baik terkait hipertensi. Medication Therapy Management (MTM) adalah salah satu metode terbaru untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi. MTM mengedepankan kolaborasi antara apoteker dengan tenaga kesehatan lainnya untuk mengoptimalisasikan penggunaan obat yang benar dengan melibatkan peran aktif pasien dalam mengelola kesehatannya sendiri dan dilakukan dokumentasi yang disimpan oleh apoteker dan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis Medication Therapy Management (MTM) terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Umbulharjo II dan Mergangsan periode Maret - April 2020 menggunakan metode quasi-experimental one group with pretest-posttest design. Subjek penelitian yaitu empat puluh empat (44) pasien hipertensi yang mendapatkan intervensi edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis MTM. Edukasi dan konseling yang dilakukan sebagai bentuk pelayanan konsultatif untuk mengatasi masalah sesuai kebutuhan pasien, dan edukasi dengan menggunakan leaflet. Pengetahuan pasien hipertensi diukur dengan kuesioner Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) dan kepatuhan dengan kuesioner Morisky-Green Level Scale (MGLS) sebelum dan satu bulan setelah diberikan intervensi. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh edukasi dan konseling dalam pelayanan berbasis MTM terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi. Hasil penelitian diperoleh peningkatan rata-rata kategori skor pengetahuan setelah mendapatkan edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis MTM yaitu dari 14,3 ± 3,766 (kategori pengetahuan sedang) menjadi 20,32 ± 2,399 (kategori pengetahuan tinggi) (6,02 ± 2,97) dan peningkatan rata-rata kategori skor kepatuhan yaitu 1,64 ± 1,464 (kategori kepatuhan sedang) menjadi 0,39 ± 0,920 (kategori kepatuhan tinggi) ( 1,25 ± 1,24). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa edukasi dan konseling dalam pelayanan farmasi berbasis Medication Therapy Management (MTM) terbukti meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi secara bermakna dengan p<0,001 (p<0.05).
Hypertension is a chronic disease that treatment is a long-term commitment. Therefore, good knowledge and adherence are needed. Medication Therapy Management (MTM) is one of the newest methods that can be used to increase knowledge and adherence of hypertensive patients. MTM promotes collaboration between pharmacists and other health professionals to optimize the correct use of drugs by involving the patient's active role in managing their health and documentation in the documentation book stored by pharmacists and patients. The purpose of this study was to determine the effectiveness of education and counseling in pharmaceutical services based on Medication Therapy Management (MTM) on the knowledge and adherence of hypertensive patients at Yogyakarta Public Health Center. This research was conducted at the Puskesmas Umbulharjo II and Mergangsan for the period March - April 2020 used a quasi-experimental one group with a pretest-posttest design. Research subjects were forty-four (44) hypertensive patients who received education and counseling in pharmaceutical services based on MTM. Education and counseling carried out by the pharmacist as a form of consultative service to solve problems according to the needs of the patient, and education is carried out in the form of leaflets. Knowledge of hypertensive patients was measured by a Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) questionnaire and adherence with Morisky-Green Level Scale (MGLS) questionnaire before and one month after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test to determine the effectiveness of education and counseling in pharmaceutical services based on MTM. The results of the study obtained an average increase in knowledge scores after the intervention of education and counseling in pharmaceutical services based on MTM from 14.3 ± 3.766 (medium knowledge category) to 20 , 32 ± 2,399 (high knowledge category) (6,02 ± 2.97) (p = 0,000) and increased in the average adherence category of 1.64 ± 1.464 (medium adherence category) to 0.39 ± 0.920 (high adherence category) (1.25 ± 1.24) (p = 0,000). This study concluded that education and counseling in pharmaceutical services based on Medication Therapy Management (MTM) significantly increased patient knowledge and patient adherence p<0,001 (p<0.05).
Kata Kunci : Medication therapy management, MTM, hipertensi, kepatuhan, pengetahuan