Laporkan Masalah

BENTUK LEKSIKAL HEDGING BAHASA JAWA DALAM PROGRAM ACARA TVRI YOGYAKARTA

NIA SARI NASTITIE, Dr. Hendrokumoro, M.Hum.

2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Hedging merupakan salah satu strategi yang digunakan penutur untuk menunjukkan sikap kurangnya komitmen dan ketidakyakinan akan proposisi yang dituturkan dalam proses komunikasi. Namun, masih banyak yang belum mengetahui strategi tersebut karena masih minimnya penelitian mengenai hedging terutama dalam bahasa Jawa. Terdapat beberapa bentuk kebahasaan yang dapat digunakan untuk mengungkapkan penggunaan strategi tersebut, salah satunya adalah bentuk leksikal seperti kata ketoke, upama, dan aja-aja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang hedging bahasa Jawa terutama dalam hal bentuk leksikal beserta makna dan fungsi penggunaan hedging bahasa Jawa pada program acara yang disiarkan TVRI Yogyakarta. Langkah yang digunakan pada penelitian ini yaitu penyediaan data, analisis data, dan pemaparan hasil analisis data. Adapun data yang digunakan berupa data tulis dan data lisan. Data tulis diperoleh dari penelitian lapangan berupa naskah, data lisan diperoleh dari video yang diunggah oleh saluran youtube TVRI Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak dan mencatat data yang termasuk dalam penanda hedging bahasa Jawa. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode padan pragmatis. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bentuk leksikal hedging bahasa Jawa yang digunakan pada program acara TVRI Yogyakarta berupa nomina, verba, adjektiva, dan adverbia. Bentuk yang ditemukan terdiri dari kata dasar dan kata yang telah mengalami proses morfologis seperti afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan. Makna penggunaan hedging bahasa Jawa yang ditemukan antara lain makna keraguan, perkiraan, kemungkinan, dan keteramalan. Adapun, analisis fungsi penggunaan hedging bahasa Jawa pada program acara TVRI Yogyakarta dikelompokkan menjadi dua yaitu berfungsi sebagai strategi kesopanan dan strategi kehati-hatian.

Hedging is one of strategies used by a speaker to demonstrate inadequacy of commitment and uncertainty towards proposition uttered within communication process. However, it is yet largely unknown regarding its use and function of this strategy as there are still very few studies in Javanese hedging. There are several linguistic forms which can be employed to express the use of this strategy, one of which is lexical form, such as ketoke, upama, and aja-aja. Therefore, this study aims to investigate hedging in Javanese, particularly in lexical forms as well as its meaning and functions in a tv program aired by TVRI Yogyakarta. The steps taken for this research were data supply, data analysis, and presentation. The data used were written and spoken. Written data were gained through field observation in the form of script, and spoken data were collected from videos uploaded in TVRI Yogyakarta Youtube Channel. Data collection was done through transcribing those included as Javanese hedging. Pragmatic correlational method was applied for the analysis. The results are presented in descriptive form. The results show that Javanese lexical hedging in TVRI Yogyakarta program is in the form of nouns, verbs, adjectives, and adverbs. Word form consists of basic form and words having undergone morphological processes such as affixation, reduplication, and compounding. The meanings of Javanese hedging use discovered from the data are hesitation, approximation, probability, and predictability. Whereas, the analysis for the function of Javanese hedging in TVRI Yogyakarta are classified into two, namely as politeness and precaution strategy.

Kata Kunci : hedging, bentuk leksikal, makna dan fungsi, pragmatik, bahasa Jawa

  1. S2-2020-434463-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434463-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434463-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434463-title.pdf