Laporkan Masalah

PENYUSUNAN SISTEM INFORMASI KEPENDUDUKAN BERBASIS MODEL DESA CERDAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA GUNUNGPAYUNG KABUPATEN TEMANGGUNG

METHA S WEDHANINGGAR, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si; Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si

2020 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Intisari Desa Gunungpayung adalah desa berpenduduk 1467 jiwa di Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sebagai salah satu desa agraris yang bertumbuh di tengah arus modernisasi dan pembangunan dari pinggiran, Desa Gunungpayung mencoba menggeliat mengelola potensi pertanian, perkebunan, dan alam untuk membangun identitas desa yang berbeda. Gunungpayung berusaha tidak tunduk pada problematika desa seperti urbanisasi, minimnya tenaga muda yang tinggal di desa, kerentanan kualitas relasi sosial, dan salah kelola sumber-sumber potensi desa. Gunungpayung adalah salah satu wajah desa cerdas yang ingin membangun desa berbasis data dengan optimalisasi penggunaan data-data yang ada untuk menemukan peta jalan yang akan dijalani bersama warga masyarakat. Penelitian ini menggali wujud nyata penerapan paradigma pembangunan berwawasan kependudukan dalam pembangunan desa, konsep desa cerdas, revitalisasi jati diri desa dalam cita �¢ï¿½ï¿½ cita Undang Undang Desa, dan kondisi nyata perdesaan dan menyumbangkan sistem informasi kependudukan yang diintegrasikan dengan sistem informasi geografis dan data spasial. Penelitian ini memadukan paradigma pembangunan berwawasan kependudukan dalam pembangunan desa, konsep desa cerdas, dan kebutuhan serta harapan masyarakat Desa Gunungpayung, untuk kemudian dituangkan dalam sebuah sistem informasi yang mudah dipahami dan dipergunakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui partisipasi, inovasi, dan kualitas hidup warga desa. Metode yang digunakan adalah kuantitaif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menyusun sistem informasi kependudukan, olah data spasial dan tabulasi silang data statistik desa dan kependudukan Gunungpayung sampai tersaji data statistik dan data spasial terkait data dan informasi kependudukan berbasis desa cerdas yang terintegrasi dalam sebuah sistem informasi geografis. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji ulang konsep desa cerdas dengan pertanyaan �¢ï¿½ï¿½mengapa�¢ï¿½ï¿½ dan �¢ï¿½ï¿½bagaimana�¢ï¿½ï¿½ suatu fenomena dialami dan memiliki makna mendalam pada data dan informasi yang didapat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji ketersediaan data kependudukan dan informasi tentang Desa Gunungpayung yang diperlukan untuk menyusun sistem informasi kependudukan; memanfaatkan sistem informasi kependudukan yang tersusun dan menerpakan konsep desa cerdas sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat Desa Gunungpayung; dan menyajikan sistem informasi kependudukan berbasis desa cerdas Gunungpayung yang terintegrasi dengan sistem informasi geografis. Penggunaan teknologi informasi adalah salah satu kecakapan desa yang disarankan oleh teori-teori desa cerdas. Di akhir penelitian, disumbangkan website sajian sistem informasi kependudukan yang memadukan paparan data-data dasar dengan bentuk spasial. Selain teknologi informasi, penelitian ini juga menemukan bahwa kecerdasan mengelola dan memanfaatkan data adalah kecerdasan yang penting dimiliki oleh desa yang ingin hidup dan berkelanjutan.

Abstract Gunungpayung Village has a total population of 1467 people located in Candiroto District, Temanggung Regency, Central Java. As one of the agrarian society that have grown in the midst of modernization and development from the suburbs, Gunungpayung Village tries to extend to manage its potential in agriculture, plantations and nature to build a different village identity. Gunungpayung tries not to comply with frequent village problems such as urbanization, the lack of young people living in the village, the vulnerability of the quality of social relations, and the mismanagement of village potential sources. Gunungpayung is the face of a smart village who wants to build a data-based village by optimizing the use of existing data to find a road map that will be undertaken with the community. This research explores the real form of the application of a population-oriented development paradigm in village development, the concept of a smart village, the revitalization of the village identity in the ideals of the village law, and the real conditions of rural areas and contributes a population information system integrated with geographic information systems and spatial data. This study combines a population-oriented development paradigm in village development, the concept of a smart village, and the needs and expectations of the people of Gunungpayung Village, to be translated into an information system that is easy to understand and used to increase community capacity through participation, innovation, and the villagers�¢ï¿½ï¿½ life quality. The methods used are quantitative and qualitative. Quantitative methods are used to compile a population information system, spatial data processing and cross tabulation of Gunungpayung village and population statistical data to present statistical data and spatial data related to smart village-based population data and information integrated in a geographic information system. Qualitative methods are used to review the concept of a smart village with the question "why" and "how" a phenomenon is experienced and has deep meaning in the data and information obtained. The purpose of this research is to examine the availability of population data and information about Gunungpayung Village needed to develop a population information system; utilize a population information system that is structured and applies the concept of a smart village as an effort to increase the capacity of the Gunungpayung Village community; and provides Gunungpayung smart based village population information system integrated with a geographic information system. The use of information technology is one of the village skills suggested by smart village theories. At the end of the study, a website contains demographic information systems was contributed by combining exposure to basic data with spatial forms. Apart from the information technology, this study also found that the intelligence in managing and utilizing data is an important intelligence for villages who want to live and sustainably.

Kata Kunci : desa, pembangunan desa, desa cerdas, sistem informasi kependudukan, sistem informasi geografis/ village, village development, smart village, population information system, geographic information system

  1. S2-2020-435170-abstract.pdf  
  2. S2-2020-435170-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-435170-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-435170-title.pdf